http://m.kaskus.co.id/thread/511a20e0601243d127000008
Baru menemukan link di atas. Tentang orang genius yang ingin menyejahterakan negerinya: Indonesia.
Inspiratif. Worth to share.
Wednesday, January 29, 2014
Tuesday, January 07, 2014
Castaway on the Moon : Muaranya adalah Harapan (Awas Spoiler!)
Jangan tertipu sama posternya yang terkesan mirip poster film Dono-Kasino-Indro. Ini salah satu film terbaik yang pernah gue tonton!
Pesan di film Castaway on the Moon begitu verbal. Kata "harapan" atau "hope" atau apalah dalam bahasa Korea-nya itu ya.... diucapkan berulang kali di film Korea Selatan yang dirilis tahun 2009 ini.
Tapi buat penggemar film dengan pesan subtil, nggak perlu kecewa. Konflik dan alur cerita film ini oke punya, jadi nggak perlu menyayangkan betapa verbalnya pesan film ini. Komedinya satir. Endingnya: open ending.
Ceritanya...
Ada seorang cowok yang mau bunuh diri, udah nyoba berkali-kali tapi gagal terus. Akhirnya dia terdampar di sebuah pulau kecil di Sungai Han. Capek bunuh diri tapi nggak mati-mati, akhirnya dia berhenti mencoba bunuh diri, lalu bertekad melanjutkan hidup di tempat terasing itu, meski hidup ala manusia purba.
Kebalikan dari cowok yang semangat hidupnya tinggi itu, ada cewek yang justru hidup seperti asal hidup. Karena alasan tertentu, cewek ini mengurung diri di kamar 24 jam sehari, sepanjang tahun. Cewek ini baru 'hidup' kalau sudah masuk ke dunia cyber, dan doi kecanduan game online. Satu-satunya interaksi sama dunia di luar apartemennya adalah dengan meneropong.
Suatu hari, cewek ini melihat si cowok purba lewat teropongnya. Dia sempat mengira kalau dia meneropong bulan, dan cowok itu adalah alien. Lalu terjadilah kisah cinta yang unik antara mereka berdua. Mulai dari cara berkomunikasinya, sampai cara nunjukin gimana agungnya hidup dengan punya harapan, dan ngehe-nya hidup tanpa harapan.
Pengetahuan baru yang gue dapat....
Di film ini ada adegan kegiatan kota Seoul freezing selama beberapa menit saat dibunyikannya sirene kota. Ternyata, di Korea Selatan memang dua kali dalam setahun dibunyikan sirene super kencang begini. Gunanya untuk tanda latihan evakuasi penduduk, sebagai persiapan serangan Korea Utara. (sumber: imdb)
Emang nilai tambah tuh, kalau suatu cerita bisa memasukkan sesuatu yang khas daerah itu, terutama kalau sesuatu itu punya peran penting untuk alur dan kelokan (twist) cerita. Yah kayak manfaatin sirene itu.
Tentang keberhasilan film ini....
Film ini minim sekali dialog. Tapi dalam sedikit kata justru lebih banyak yang disampaikan. Mulai dari hubungan dengan keluarga, konsep diri, dan tentunya harapan itu tadi. Akting Jung Ryeo Won si pemeran cewek nggak pernah mengecewakan. Dan pemeran cowok itu, Jung Jae Young, bahkan lebih mengesankan lagi sebagai orang purba di pulau terabaikan, di masa modern.
Info tentang sutradara yang merangkap penulisnya, Hey Jun Lee, cuma seuprit. Tapi kalau baca dari situs IMDB, gue tertarik nyari film yang doi tulis: Au Revoir, UFO alias Annyeong UFO.
Sebagai bukti kalau Castaway on the Moon ini salah satu film terbaik yang pernah ada, ini list penghargaannya:
Jadi emang berkah nih film tentang Harapan ini. Baguslah. Ngingetin banyak orang, kalau sesusah apa pun hidupmu, kalau kamu punya harapan, kamu akan mengatasi semua halangan. Yesssss!!!
Pesan di film Castaway on the Moon begitu verbal. Kata "harapan" atau "hope" atau apalah dalam bahasa Korea-nya itu ya.... diucapkan berulang kali di film Korea Selatan yang dirilis tahun 2009 ini.
Tapi buat penggemar film dengan pesan subtil, nggak perlu kecewa. Konflik dan alur cerita film ini oke punya, jadi nggak perlu menyayangkan betapa verbalnya pesan film ini. Komedinya satir. Endingnya: open ending.
Ceritanya...
Ada seorang cowok yang mau bunuh diri, udah nyoba berkali-kali tapi gagal terus. Akhirnya dia terdampar di sebuah pulau kecil di Sungai Han. Capek bunuh diri tapi nggak mati-mati, akhirnya dia berhenti mencoba bunuh diri, lalu bertekad melanjutkan hidup di tempat terasing itu, meski hidup ala manusia purba.
Kebalikan dari cowok yang semangat hidupnya tinggi itu, ada cewek yang justru hidup seperti asal hidup. Karena alasan tertentu, cewek ini mengurung diri di kamar 24 jam sehari, sepanjang tahun. Cewek ini baru 'hidup' kalau sudah masuk ke dunia cyber, dan doi kecanduan game online. Satu-satunya interaksi sama dunia di luar apartemennya adalah dengan meneropong.
Suatu hari, cewek ini melihat si cowok purba lewat teropongnya. Dia sempat mengira kalau dia meneropong bulan, dan cowok itu adalah alien. Lalu terjadilah kisah cinta yang unik antara mereka berdua. Mulai dari cara berkomunikasinya, sampai cara nunjukin gimana agungnya hidup dengan punya harapan, dan ngehe-nya hidup tanpa harapan.
Pengetahuan baru yang gue dapat....
Di film ini ada adegan kegiatan kota Seoul freezing selama beberapa menit saat dibunyikannya sirene kota. Ternyata, di Korea Selatan memang dua kali dalam setahun dibunyikan sirene super kencang begini. Gunanya untuk tanda latihan evakuasi penduduk, sebagai persiapan serangan Korea Utara. (sumber: imdb)
Emang nilai tambah tuh, kalau suatu cerita bisa memasukkan sesuatu yang khas daerah itu, terutama kalau sesuatu itu punya peran penting untuk alur dan kelokan (twist) cerita. Yah kayak manfaatin sirene itu.
Tentang keberhasilan film ini....
Film ini minim sekali dialog. Tapi dalam sedikit kata justru lebih banyak yang disampaikan. Mulai dari hubungan dengan keluarga, konsep diri, dan tentunya harapan itu tadi. Akting Jung Ryeo Won si pemeran cewek nggak pernah mengecewakan. Dan pemeran cowok itu, Jung Jae Young, bahkan lebih mengesankan lagi sebagai orang purba di pulau terabaikan, di masa modern.
Info tentang sutradara yang merangkap penulisnya, Hey Jun Lee, cuma seuprit. Tapi kalau baca dari situs IMDB, gue tertarik nyari film yang doi tulis: Au Revoir, UFO alias Annyeong UFO.
Sebagai bukti kalau Castaway on the Moon ini salah satu film terbaik yang pernah ada, ini list penghargaannya:
- NETPAC Award - 2009 (29th) Hawaii International Film Festival - October 15–25, 2010
- Best Actor (Jung Jae-Young) - 2009 (32nd) Golden Cinematography Awards - December, 2009
- Audience Award - 2010 (12th) Udine Far East Film - April 23-May 1, 2010
- Black Dragon Audience Award - 2010 (12th) Udine Far East Film - April 23-May 1, 2010
- NYAFF 2010 Audience Award - 2010 (9th) New York Asian Film Festival - June 25 - July 8, 2010
- Special Jury Prize: - 2010 (14th) Fantasia Film Festival - July 8–28, 2010
- Audience Awards - Best Asian Film (Bronze) - 2010 (14th) Fantasia Film Festival - July 8–28, 2010
Jadi emang berkah nih film tentang Harapan ini. Baguslah. Ngingetin banyak orang, kalau sesusah apa pun hidupmu, kalau kamu punya harapan, kamu akan mengatasi semua halangan. Yesssss!!!
Monday, December 23, 2013
Akademi Berbagi, LLD dan Cari Dana
Akademi Berbagi mau bikin Local Leaders Day lagi. Nanti, di bulan Maret 2014. Buat para relawan Akber (kependekan dari Akademi Berbagi), program LLD ini masuk daftar wajib ikut serta.
Program LLD ini mungkin semacam workshop kepemimpinan untuk para relawan Akber. Kenapa gue pakai kata "mungkin", karena gue belum pernah ikut. Gue belum ngeh ada Akber waktu ada LLD pertama, dua tahun lalu.
Program LLD 2014 rencananya berlangsung 3 hari. Antara lain diisi dengan sharing ilmu dari orang-orang yang udah ngelotok di bidangnya, antara lain Handry Satriago (CEO GE Indonesia) yang juga guru favoritnya para relawan Akber, serta Roby Muhammad (sosiolog).
Selain guru-guru hebat, ada sejumlah alasan lain kenapa LLD masuk daftar wajib ikut serta buat para relawan Akber:
Tapi LLD 2014 diadakan di Salatiga, Jawa Tengah. Untuk ke sana perlu ongkos kereta PP + bis lokal + biaya makan di perjalanan. Panitia nasional menjamin biaya transportasi untuk 1 relawan saja dari tiap kota. Kalau ada relawan lain yang mau ikut, bayar ongkos sendiri. Penginapan sih pasti ditanggung panitia pusat.
Ada 10 relawan aktif Akber Bekasi yang terdaftar ikut LLD 2014. Dari 10 orang itu, ada yang -insyaAllah- bisa bayar tiket PP tanpa kesulitan, tapi ada juga yang kesulitan lantaran masih mahasiswa, atau masih cari kerja, atau sudah kerja tapi gaji 5 koma (tanggal 5 sudah koma). Nah, biar sama rata sama rasa, kami harus cari dana untuk tiket PP 10 orang.
Ini yang gue cinta dari Akber. Buat relawannya, Akber nggak cuman ngasih pendidikan non formal tentang:
Gimana cara Akber Bekasi cari dana untuk ke LLD 2014? Ada sejumlah usulan dari para relawan:
Cistik yang dijual para relawan Akber adalah cistik yang biasa gue jual pas lebaran. Cistik ini bikinan tante gue. Kejunya keju edam, jadi cheesy banget. Renyah. Boleh ngutang dulu (ini penting!!). Dan para relawan memanfaatkan jaringan masing-masing dalam menjual cistik edam itu. Ada relawan yang malu karena nggak bisa jualan. Apa yang dia lakukan?? Ikut jaga stand di acara yang mejanya kita tebengin dagangan cistik :))
Program LLD ini mungkin semacam workshop kepemimpinan untuk para relawan Akber. Kenapa gue pakai kata "mungkin", karena gue belum pernah ikut. Gue belum ngeh ada Akber waktu ada LLD pertama, dua tahun lalu.
Program LLD 2014 rencananya berlangsung 3 hari. Antara lain diisi dengan sharing ilmu dari orang-orang yang udah ngelotok di bidangnya, antara lain Handry Satriago (CEO GE Indonesia) yang juga guru favoritnya para relawan Akber, serta Roby Muhammad (sosiolog).
Selain guru-guru hebat, ada sejumlah alasan lain kenapa LLD masuk daftar wajib ikut serta buat para relawan Akber:
- Ini program nasional, artinya para relawan akber seluruh Indonesia akan berkumpul. Bagus buat jaringan dan membuka wawasan.
- Kegiatan ini terselenggara 2 tahun sekali, yang artinya kalau nggak ikut tahun 2014, mesti nunggu 2016 biar bisa ikut lagi. Nggak sabar deh nunggunya! :)
- Ke dalam organisasi, ini penyegaran buat relawan. Adalah manusiawi kalau para relawan lama-lama bosen bikin kelas reguler. Di LLD ini, para relawan-lah yang dibikinin kelas. :)
- Ke dalam organisasi juga, bisa lebih solid. Usaha untuk bisa berangkat ke LLD itu bisa jadi cerita tersendiri, apalagi kalau duit susah. Muncul kegiatan usaha, tolong menolong, saling mengingatkan dan menyemangati biar cita-cita ikut LLD kesampaian :)
Tapi LLD 2014 diadakan di Salatiga, Jawa Tengah. Untuk ke sana perlu ongkos kereta PP + bis lokal + biaya makan di perjalanan. Panitia nasional menjamin biaya transportasi untuk 1 relawan saja dari tiap kota. Kalau ada relawan lain yang mau ikut, bayar ongkos sendiri. Penginapan sih pasti ditanggung panitia pusat.
Ada 10 relawan aktif Akber Bekasi yang terdaftar ikut LLD 2014. Dari 10 orang itu, ada yang -insyaAllah- bisa bayar tiket PP tanpa kesulitan, tapi ada juga yang kesulitan lantaran masih mahasiswa, atau masih cari kerja, atau sudah kerja tapi gaji 5 koma (tanggal 5 sudah koma). Nah, biar sama rata sama rasa, kami harus cari dana untuk tiket PP 10 orang.
Ini yang gue cinta dari Akber. Buat relawannya, Akber nggak cuman ngasih pendidikan non formal tentang:
- Leadership (tiap relawan dapat kesempatan jadi ketua kelas, memimpin tim untuk jumpalitan merencanakan dan menyelenggarakan kelas, dari nol sampai kelas selesai).
- Networking (waktu cari guru, murid dan donatur ruangan... juga ketika berhubungan sama Akber Pusat dan Akber2 kota lain),
- Negosiasi (waktu cari lokasi kelas, serta waktu deal tanggal dan materi dengan guru),
- Kreativitas (terobosan biar kelas nggak bosen, kelas bermanfaat buat murid-murid, dll).
- Bekerja cerdas (di setiap kegiatan akber, mulai dari cari guru, murid dan donatur ruangan, lalu di"paksa" jadi MC/penulis live tweet/tuan rumah yang baik, dll. kalo nggak bekerja cerdas, bisa pusing tuh).
Nah, ilmu leadership, networking, negosiasi, kreativitas dan bekerja cerdas itu kini dipakai dalam bentuk lain: CARI DANA!
Gimana cara Akber Bekasi cari dana untuk ke LLD 2014? Ada sejumlah usulan dari para relawan:
- Membuat kelas yang pakai tiket. Usul ini ditolak Mbak Ainun selaku founder Akber. Soalnya Akber itu kan semangatnya belajar gratis. Semangat berbagi. Jadi usulan kelas pakai tiket : ditolak.
- Kirim proposal ke perusahaan-perusahaan. Ide yang bagus, tapi tidak semua perusahaan bisa mengucurkan dana untuk kegiatan sosial bukan?
- Jualan : ini paling mudah dilaksanakan segera. Asalkan jelas: barangnya apa, sumber dari mana, pasarnya siapa, gimana cara menjualnya, untungnya berapa buat Akber Bekasi.
Dari sekian usulan, yang jalan duluan adalah jualan cistik. Nggak ada kata malu untuk jualan. Apalagi demi beli tiket ke LLD 2014. Kalo baru jualan yang bisa dilakukan, ya itulah yang kita lakukan. Pokoknya "think big, start small, move fast".
Semua keuntungan untuk Akber Bekasi. Alhamdulillah sejak kick off 10 Desember 2014, untung yang masuk ke kantong Akber Bekasi nembus 1juta rupiah! Semoga kebayar semua ongkos PP Bekasi - Salatiga untuk 10 relawan itu ya Allah.... AAMIIN!
Sunday, December 22, 2013
Di 22 Desember Ini...
Hari ini, 22 Desember 2013.
Digembar-gemborkan sebagai Hari Ibu.
Di kalender gue sih cukup terlihat sebagai Hari Minggu.
Terus terang, timeline penuh tweet puja puji pada ibu mengganggu gue pagi ini. Bukan berarti gue nggak hormat sama ibu. Tapi entah kenapa, di kebanyakan tweet itu gue nggak ngerasa tersentuh. Padahal itu buat ibu kan? Nggak berasa gitu kalau itu karena sayang.
Sekali lagi, ini perasaan gue aja sebagai pembaca timeline. (dan gue ngakak pas baca tweet seseorang yang bilang alangkah baiknya kalau tweet tentang ibu ini dilakukan bukan sambil goler-goler di tempat tidur. Hihihiii... THIS is what i meant).
Nah. Topik hari ibu jadi bahan obrolan pagi gue dan nyokap kali ini. Perlu nggak sih ucapan Hari Ibu?? Nyokap menjawab dengan ketus, "NGGAK PERLU!". Tapi dia senyam senyum sambil melanjutkan... "Kalo mau dijawab serius, cepek dulu.....". Lhaaaaaaa.
Sambil becanda gue sodorin seratus ribuan yang langsung nyokap sambar. Hahahaaa. Tapi kayaknya nyokap emang pengen jawab serius. Mungkin sekalian curcol. :)
Hari Ibu, kata nyokap, nggak perlu diucapin selamat pakai kata-kata.Apalagi kalau nggak dari hati. Heart can only be touched by heart. (Naaaa, ini yang gue maksud waktu ngomongin perasaan gue tentang tweet hari ibu). Nggak ada ibu yang nggak pengen anaknya hormat, sopan dan sayang sama si ibu. Jadi kalo ada anak yang kurang ajar... beuuh... hati ibu itu jadi hati paling teriris di dunia.
Nyokap bilang, memberi apresiasi pada ibu itu penting. Soalnya ibu itu yang hamil 9 bulan lebih, terus melahirkan anak. Itu berat tauk! Tapi kan ibu nggak mikirin berat. Yang ibu pikirin itu anaknya harus sehat, cukup makanan lahir dan batin.Terus setelah lahir, emangnya bisa seorang anak tumbuh besar sendiri? Bisa sih :) Tapi ibu yang baik akan jadi guru dan teman yang baik buat anaknya, dari mulai belajar ngomong, belajar makan, belajar jalan, belajar ilmu pengetahuan, belajar gaul, dst.
Bayangkan, kalau setelah besar... anak terus kurang ajar sama ibunya. Apa nggak sedih tu hati ibu? (mmmm... gue mulai parno, pernah kurang ajar apa aja ya sama nyokap?).
Lalu nyokap nyebut-nyebut Eyang Putri. Dan mata nyokap mulai berkaca-kaca ngebayangin perasaan ibunya yang udah tua dan sakit dan sudah seperti anak kecil lagi, dan nggak bisa doi datengin sering-sering karena nyokap sendiri mesti ngurusin pengobatan dirinya sendiri plus turun tangan handle cucu. (semoga di masa senjanya nyokap nggak kesepian kayak ibunya ya *ngomong sama diri sendiri, plus kirim telepati ke kakak gue :)) *).
O ya, gue sempet BBM teman-teman gue yang sudah jadi ibu. Cuman nanya: "gimana rasanya jadi ibu di jaman sekarang?"
Ada yang jawab. "Luar biasa".
Ada yang jawab. "Biasa aja." Lho???
Ada yang jawab. "Seperti jatuh cinta setiap hari. Hehehee, lebay ya?"
Ada yang jawab. "Jadi ibu jaman sekarang harus pintar-pintar dan jangan lemah." Like this! :)
Kalau ditanya tentang peran ibu, rata-rata jawabannya kurang lebih serupa. Intinya: nyiapin anak biar bisa mandiri di masa depan. (nggak ada yang jawab nyiapin jadi anak sholeh/sholeha. hehehee. atau mungkin nggak ke-survey, begitu).
Gue lupa, mestinya nggak cuman para ibu yang gue tanya. Tapi para perempuan lain yang belum jadi ibu mestinya ditanya juga. Hari Ibu itukan peringatan pembukaan Kongres Perempuan Nasional Indonesia (1928), momen di mana para perempuan berkongress untuk membahas peran perempuan di negara ini. Emang sih kebanyakan yang kongress waktu itu ibu-ibu. Tapi kalau ngomongin Hari Ibu, jadinya kita mikir domestik seperti curcolnya nyokap gue tadi (meski itu sangat berharga juga). Sementara kalo ngomongin Hari Perempuan, gue yakin 2000 persen meski nggak punya instagram.... pasti issue-nya lebih beragam.
"Gimana rasanya jadi Perempuan di jaman sekarang?".
"Hai Perempuan, apa peranmu di masa sekarang?".
**catet untuk dibahas di lain waktu**
Digembar-gemborkan sebagai Hari Ibu.
Di kalender gue sih cukup terlihat sebagai Hari Minggu.
Terus terang, timeline penuh tweet puja puji pada ibu mengganggu gue pagi ini. Bukan berarti gue nggak hormat sama ibu. Tapi entah kenapa, di kebanyakan tweet itu gue nggak ngerasa tersentuh. Padahal itu buat ibu kan? Nggak berasa gitu kalau itu karena sayang.
Sekali lagi, ini perasaan gue aja sebagai pembaca timeline. (dan gue ngakak pas baca tweet seseorang yang bilang alangkah baiknya kalau tweet tentang ibu ini dilakukan bukan sambil goler-goler di tempat tidur. Hihihiii... THIS is what i meant).
Nah. Topik hari ibu jadi bahan obrolan pagi gue dan nyokap kali ini. Perlu nggak sih ucapan Hari Ibu?? Nyokap menjawab dengan ketus, "NGGAK PERLU!". Tapi dia senyam senyum sambil melanjutkan... "Kalo mau dijawab serius, cepek dulu.....". Lhaaaaaaa.
Sambil becanda gue sodorin seratus ribuan yang langsung nyokap sambar. Hahahaaa. Tapi kayaknya nyokap emang pengen jawab serius. Mungkin sekalian curcol. :)
Hari Ibu, kata nyokap, nggak perlu diucapin selamat pakai kata-kata.Apalagi kalau nggak dari hati. Heart can only be touched by heart. (Naaaa, ini yang gue maksud waktu ngomongin perasaan gue tentang tweet hari ibu). Nggak ada ibu yang nggak pengen anaknya hormat, sopan dan sayang sama si ibu. Jadi kalo ada anak yang kurang ajar... beuuh... hati ibu itu jadi hati paling teriris di dunia.
Nyokap bilang, memberi apresiasi pada ibu itu penting. Soalnya ibu itu yang hamil 9 bulan lebih, terus melahirkan anak. Itu berat tauk! Tapi kan ibu nggak mikirin berat. Yang ibu pikirin itu anaknya harus sehat, cukup makanan lahir dan batin.Terus setelah lahir, emangnya bisa seorang anak tumbuh besar sendiri? Bisa sih :) Tapi ibu yang baik akan jadi guru dan teman yang baik buat anaknya, dari mulai belajar ngomong, belajar makan, belajar jalan, belajar ilmu pengetahuan, belajar gaul, dst.
Bayangkan, kalau setelah besar... anak terus kurang ajar sama ibunya. Apa nggak sedih tu hati ibu? (mmmm... gue mulai parno, pernah kurang ajar apa aja ya sama nyokap?).
Lalu nyokap nyebut-nyebut Eyang Putri. Dan mata nyokap mulai berkaca-kaca ngebayangin perasaan ibunya yang udah tua dan sakit dan sudah seperti anak kecil lagi, dan nggak bisa doi datengin sering-sering karena nyokap sendiri mesti ngurusin pengobatan dirinya sendiri plus turun tangan handle cucu. (semoga di masa senjanya nyokap nggak kesepian kayak ibunya ya *ngomong sama diri sendiri, plus kirim telepati ke kakak gue :)) *).
O ya, gue sempet BBM teman-teman gue yang sudah jadi ibu. Cuman nanya: "gimana rasanya jadi ibu di jaman sekarang?"
Ada yang jawab. "Luar biasa".
Ada yang jawab. "Biasa aja." Lho???
Ada yang jawab. "Seperti jatuh cinta setiap hari. Hehehee, lebay ya?"
Ada yang jawab. "Jadi ibu jaman sekarang harus pintar-pintar dan jangan lemah." Like this! :)
Kalau ditanya tentang peran ibu, rata-rata jawabannya kurang lebih serupa. Intinya: nyiapin anak biar bisa mandiri di masa depan. (nggak ada yang jawab nyiapin jadi anak sholeh/sholeha. hehehee. atau mungkin nggak ke-survey, begitu).
Gue lupa, mestinya nggak cuman para ibu yang gue tanya. Tapi para perempuan lain yang belum jadi ibu mestinya ditanya juga. Hari Ibu itukan peringatan pembukaan Kongres Perempuan Nasional Indonesia (1928), momen di mana para perempuan berkongress untuk membahas peran perempuan di negara ini. Emang sih kebanyakan yang kongress waktu itu ibu-ibu. Tapi kalau ngomongin Hari Ibu, jadinya kita mikir domestik seperti curcolnya nyokap gue tadi (meski itu sangat berharga juga). Sementara kalo ngomongin Hari Perempuan, gue yakin 2000 persen meski nggak punya instagram.... pasti issue-nya lebih beragam.
"Gimana rasanya jadi Perempuan di jaman sekarang?".
"Hai Perempuan, apa peranmu di masa sekarang?".
**catet untuk dibahas di lain waktu**
Monday, December 02, 2013
Belajar Bahasa Isyarat secara Instan
Oktober 2013 lalu, Akademi Berbagi Bekasi bikin kelas setengah hari dengan guru-guru para Tuli (tuna rungu) plus translatornya. Seru kelasnya. Selain kita dapat pengetahuan tentang kondisi kaum tuli di Indonesia, perbandingannya dengan kondisi di negara-negara asing, kita juga belajar Bahasa Isyarat!
Di bawah ini film dokumenter-nya. Karya videografer cewek seksi yang otaknya agak korslet tapi integritasnya oke banget, namanya Mut-mut :)). Video-nya inspiratif. Cekidot!
Guru-guru Tuli ini tergabung dalam The Little Hijabi. Kepseknya Mas Rully Anjar, dan kemarin ketua geng gurunya adalah Mbak Galuh Sukmara, seorang tuli bergelar Doktor dari universitas di Australia yang sudah sering jadi pembicara di forum-forum difabel Indonesia maupun Internasional, dan menguasai bahasa isyarat dari berbagai negara. Hebat yah?
Pokoknya di kelas kemarin, terlihat betul kalau keterbatasan itu bukan halangan untuk maju, berkembang, lalu berbagi. Maluuuu kalo gue yang lengkap ini malah nggak berbuat apa-apa.
Labels:
akademi berbagi,
bahasa isyarat,
belajar,
tuli,
video
Sunday, September 15, 2013
Kelas Inspirasi, Bangun Mimpi Anak Indonesia dan Junjung Lagi Jasa Guru
Mengajar bukan hal asing buat gue. Tapi mengajar anak kelas 2 SD baru gue rasakan di Kelas Inspirasi. Tepatnya, di Kelas Inspirasi Bekasi, 11 September 2013. Kesannya?? Mau nangis!!
Gue yang mau nangis, bukan anak-anak kelas 2 SD itu.
Bayangkan, pas gue ngajar, anak-anak itu ada yang naik-naik kursi, meja, bahkan bergulat di depan kelas. Kalau yang bergulat dilerai, maka di pojok lain akan muncul kehebohan lain. Bisa gulat, bisa jambak-jambakan. Gue teriak, nggak mereka denger. Gue bicara pelan, mereka jadi penasaran. Aha! Dapet deh perhatian mereka. Tapi pas gue ngomong dengan nada normal lagi, hyaaaaaa... kelas jadi kayak kapal pecah lagi.
Musnah sudah harapan untuk menceritakan profesi gue seperti yang udah gue rencanakan sebelumnya. Poster-poster film dan ftv yang gue print sobek karena anak-anak itu pengen melihat secara berebut. Boneka tangan yang gue bawa untuk simulasi membuat cerita juga kasihan nasibnya, soalnya ditarik sana sini sama anak-anak 2 SD itu, saking mereka pengen untuk bermain boneka.
Ketika siangnya gue dapat kelas 3 SD, suasana lebih chaos lagi. Mereka sudah capek belajar, mau cepat pulang. Eeeeh, kok ada penulis skenario nongol mau cerita tentang sk-sk-kes-se-kenario. (Mereka susah nyebut skenario sekali jadi. Tau ada profesi penulis skenario aja mungkin baru hari itu).
Pas gue dapat kelas 5 SD, hati gue nyaman tentram. Mungkin karena mereka sudah lebih "dewasa" ya. Lebih punya empati terhadap guru SD dadakan ini. Mereka lebih gampang diajak ngobrol. Lebih cepat paham situasi kerja penulis. Lebih mudah diajak bikin cerita anak-anak secara beramai-ramai. Juga lebih tertib waktu diminta bergantian memperagakan adegan cerita mereka pakai boneka tangan.
Jadi sedikit nasehat untuk gue dan calon pengajar Kelas Inspirasi mendatang... lesson plan penting, tapi lebih penting latihan ngajarin anak-anak kecil yang bandel-bandel. :)))
Dari chaos-nya murid kelas 2 dan 3 yang gue ajar... dan rata-rata pengajar di Kelompok 3 ini juga curhat yang serupa... gue jadi salut banget sama guru-guru SD! Gue cuman ngajar sekali itu aja. Guru-guru SD itu setiap hari. Bertahun-tahun. Hebatlah guru-guru SD itu. Selain menguasai ilmu pelajaran, mereka juga menguasai cara menguasai anak-anak (termasuk yang rusuh, hehehee). Makanya jangan remehkan guru SD. Di masa golden age anak, saat otak dan emosi anak lagi berkembang luar biasa cepat, peran mereka tiada tara dalam membentuk generasi penerus ini.
Tugas kami sebagai guru-guru Kelas Inpirasi sangatlah remeh dibanding tugas guru-guru SD yang asli itu. Tapiiiii... bukan berarti nggak kalah penting. Guru-guru Kelas Inspirasi punya cita-cita mulia juga. Ingin mengenalkan dunia pada anak-anak SD itu. Paling tidak: tentang dunia kerja, dunia profesi, dunia nyata. Dan penjelasannya datang langsung dari praktisinya. Mau jadi apa mereka nanti, biar waktu yang menjawab. Yang jelas, dengan memberi eksposure pada anak-anak SD tentang profesi kami sendiri, kami ingin menginspirasi anak-anak itu supaya punya cita-cita tinggi, dan terdorong untuk mencapainya.
Soal anak-anak SD yang bandel itu... gue maklumin aja. Mereka bandelnya masih bandel anak-anak kok. Nggak kriminil. Mungkin mereka pengen sedikit "carmuk" aja di depan guru Kelas Inspirasi :)). Tapi begitu dapat perhatian mereka, dan mereka merasa mendapat manfaat dari kehadiran kita.... wuuuuiiiiiiihhhh..... ucapan terima kasih mereka kedengarannya merdu sekali :). Dan mendengar itu nikmatnya luar biasa. Apalagi kalau mereka lalu terinspirasi: "saya mau jadi penulis!" atau "saya mau jadi..... (sesuai apa yang baru diajarkan). Mungkin begitu juga ya yang dirasakan guru-guru yang mengajar dengan penuh dedikasi.
Soal anak-anak SD yang bandel itu... gue maklumin aja. Mereka bandelnya masih bandel anak-anak kok. Nggak kriminil. Mungkin mereka pengen sedikit "carmuk" aja di depan guru Kelas Inspirasi :)). Tapi begitu dapat perhatian mereka, dan mereka merasa mendapat manfaat dari kehadiran kita.... wuuuuiiiiiiihhhh..... ucapan terima kasih mereka kedengarannya merdu sekali :). Dan mendengar itu nikmatnya luar biasa. Apalagi kalau mereka lalu terinspirasi: "saya mau jadi penulis!" atau "saya mau jadi..... (sesuai apa yang baru diajarkan). Mungkin begitu juga ya yang dirasakan guru-guru yang mengajar dengan penuh dedikasi.
O ya, kembali ke soal guru-guru SD yang asli. Yang bikin gue terkesan sama guru-guru itu adalah... mereka sangat ramah, dan sangat tau kalau kami para guru Kelas Inspirasi akan kelabakan menghadapi murid-murid kelas kecil (kelas 1 sd 3 SD). Jadi meski sebelumnya kami bilang ke guru-guru itu bahwa kami akan mengatasi semua murid, tapi mereka tetap stand by di luar kelas. Ternyata nggak percuma. Ada guru di kelompok 3 ini yang saking udah hopeless-nya ngajar di kelas 2, sampai menoleh ke luar kelas, ke wali kelas yang jaga-jaga di luar. Lalu dengan cepat, masuklah bu wali kelas... dan berangsur kelas itu bisa ditenangkan. Hidup guru SD!!
Tuesday, September 03, 2013
Ulasan Tulisan Mandeg by Winda Krisnadefa
Tulisan mandeg? Horor tuh buat penulis.
Nah. Di bawah ini adalah rangkaian tweet penulis novel Macaroon Love plus penggagas @Kampung Fiksi, Winda Krisnadefa (@windakrisnadefa) tentang Tulisan Mandeg. Baik penyebab maupun tips mengatasinya, komplit doi beberkan. Terima kasih Mbak Winda! O iya, semua di-tweet tgl 12 Agustus 2013.
- Adakah yg skrg naskahnya lg stuck/mandeg krn berbagai alasan? #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Mau maksa nulis adegan klimaks tp ragu2, takut jadinya...ya maksa. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Giliran nulis aja tanpa arah, jadinya malah melebar kemana2. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Akhirnya berhenti nulis. Mood langsung menguap entah kemana :') #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Tau gk, penyebab #tulisanmandeg biasanya krn konsep ceritamu lemah. :) @KampungFiksi
- Tau gk, penyebab #tulisanmandeg biasanya krn konsep ceritamu lemah. :) @KampungFiksi
- Bs jd kamu nulis berangkat "hanya" dr ide dasar, gk bikin draft sama sekali. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Boro2 bikin draft, endingnya aja kamu msh blm tau mau gimana. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Byk yg ngira cara menulis ky gitu adlh "gaya menulis" seseorang, pdhl itu sbnrnya bkn gaya menulis #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Menurutmu emg gitu "gaya menulis" kamu, tulis aja dulu, ntar endingnya jg ketemu sendiri. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Gk semua org seberuntung itu lho! Apalagi kalau udh sering stuck, berarti ada yg salah :D #tulisanmandeg @KampungFiksi
- So kalo kata saya sih itu bukan "gaya menulis" melainkan "salah kaprah" krn nganggap enteng. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Gimana spy gk keterusan begitu terus? Gemes kan ngeliat naskah setengah jadi kamu numpuk? #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Sblm mulai menulis, kamu harus sdh memegang sebuah premis. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Premis ini adlh bentuk paling dasar dr ide cerita yg akan kamu tulis. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Kamu hrs punya tokoh, konflik, solusi dan ending. Itu yg disebut sbg premis. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Premis inilah yg akan menjadi panduan dasar kamu mengarahkan ceritamu. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Bahkan tdk semua penulis terkenal "berani" hanya berpegang pd premis lho... #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Penulis Leila S Chudori prnh ngasih liat peserta writing clinic Femina buku coret2an draft novelnya. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Jd jgn males nge-draft dan jgn anggap enteng proses menulis naskahmu. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Kalo penulisnya ngegampangin proses nulis naskahnya, pembaca jg mungkin akan anggap enteng kan? :) #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Cara plg mudah u/ meneruskan #tulisanmandeg kamu adlh menulis dgn ending yg sdh jelas. @KampungFiksi
- Ending inilah yg akan mengantarmu menuju akhir cerita. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Berikut ada bbrp adegan umum yg bs mengantar tokohmu menuju ending. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Bentuknya tdk hrs spt ini, tp setidaknya ini bentuk yg byk dipakai #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Buatlah point 1-12. Point 1: adegan pembuka. Point 12: adegan penutup. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Point antara 1 dan 12 adlh rangkaian adegan yg bersambung dr awal sampai akhir. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Cara ini akan membantumu menemukan apa selanjutnya yg mungkin terjadi dlm ceritamu. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- ini contohnya. Point 1: tokohmu dlm keseharian (perkenalan tokoh) #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 2: tokohmu mengalami sebuah gejolak akibat pengaruh dr luar. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 3: tokohmu meminta pendapat ttg gejolak tsb dgn tokoh2 lain dlm cerita. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 4: tokohmu dipertemukan dgn bbrp pilihan. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 5: tokohmu membuat gebrakan yg tdk terduga. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 6: tokohmu mengalami masalah atau mndpt tantangan krn perbuatannya. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 7: tokohmu menghadapi tantangan yg makin besar (menuju klimaks). #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 8: tokohmu terpuruk (menuju solusi). #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 9: tokohmu berusaha bangkit kembali. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 10: tokohmu mulai mendapatkan penyelesaian (menuju ending). #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 11: tokohmu dikonfrontasi dgn tokoh antagonis (klimaks). #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 12: tokohmu berhasil/gagal mencapai tujuannya (ending). #tulisanmandeg @KampungFiksi
- kira2 begitu, keliatannya teoritis sekali, tapi membantu u/ yg #tulisanmandeg :) @KampungFiksi
- lagian, biar teori sekeren apa, kalau gk nulis2 ya wasalam, tetep aja tuh #tulisanmandeg hahaha @KampungFiksi selamat menulis!
Nah. Di bawah ini adalah rangkaian tweet penulis novel Macaroon Love plus penggagas @Kampung Fiksi, Winda Krisnadefa (@windakrisnadefa) tentang Tulisan Mandeg. Baik penyebab maupun tips mengatasinya, komplit doi beberkan. Terima kasih Mbak Winda! O iya, semua di-tweet tgl 12 Agustus 2013.
- Adakah yg skrg naskahnya lg stuck/mandeg krn berbagai alasan? #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Mau maksa nulis adegan klimaks tp ragu2, takut jadinya...ya maksa. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Giliran nulis aja tanpa arah, jadinya malah melebar kemana2. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Akhirnya berhenti nulis. Mood langsung menguap entah kemana :') #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Tau gk, penyebab #tulisanmandeg biasanya krn konsep ceritamu lemah. :) @KampungFiksi
- Tau gk, penyebab #tulisanmandeg biasanya krn konsep ceritamu lemah. :) @KampungFiksi
- Bs jd kamu nulis berangkat "hanya" dr ide dasar, gk bikin draft sama sekali. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Boro2 bikin draft, endingnya aja kamu msh blm tau mau gimana. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Byk yg ngira cara menulis ky gitu adlh "gaya menulis" seseorang, pdhl itu sbnrnya bkn gaya menulis #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Menurutmu emg gitu "gaya menulis" kamu, tulis aja dulu, ntar endingnya jg ketemu sendiri. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Gk semua org seberuntung itu lho! Apalagi kalau udh sering stuck, berarti ada yg salah :D #tulisanmandeg @KampungFiksi
- So kalo kata saya sih itu bukan "gaya menulis" melainkan "salah kaprah" krn nganggap enteng. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Gimana spy gk keterusan begitu terus? Gemes kan ngeliat naskah setengah jadi kamu numpuk? #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Sblm mulai menulis, kamu harus sdh memegang sebuah premis. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Premis ini adlh bentuk paling dasar dr ide cerita yg akan kamu tulis. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Kamu hrs punya tokoh, konflik, solusi dan ending. Itu yg disebut sbg premis. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Premis inilah yg akan menjadi panduan dasar kamu mengarahkan ceritamu. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Bahkan tdk semua penulis terkenal "berani" hanya berpegang pd premis lho... #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Penulis Leila S Chudori prnh ngasih liat peserta writing clinic Femina buku coret2an draft novelnya. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Jd jgn males nge-draft dan jgn anggap enteng proses menulis naskahmu. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Kalo penulisnya ngegampangin proses nulis naskahnya, pembaca jg mungkin akan anggap enteng kan? :) #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Cara plg mudah u/ meneruskan #tulisanmandeg kamu adlh menulis dgn ending yg sdh jelas. @KampungFiksi
- Ending inilah yg akan mengantarmu menuju akhir cerita. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Berikut ada bbrp adegan umum yg bs mengantar tokohmu menuju ending. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Bentuknya tdk hrs spt ini, tp setidaknya ini bentuk yg byk dipakai #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Buatlah point 1-12. Point 1: adegan pembuka. Point 12: adegan penutup. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Point antara 1 dan 12 adlh rangkaian adegan yg bersambung dr awal sampai akhir. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- Cara ini akan membantumu menemukan apa selanjutnya yg mungkin terjadi dlm ceritamu. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- ini contohnya. Point 1: tokohmu dlm keseharian (perkenalan tokoh) #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 2: tokohmu mengalami sebuah gejolak akibat pengaruh dr luar. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 3: tokohmu meminta pendapat ttg gejolak tsb dgn tokoh2 lain dlm cerita. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 4: tokohmu dipertemukan dgn bbrp pilihan. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 5: tokohmu membuat gebrakan yg tdk terduga. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 6: tokohmu mengalami masalah atau mndpt tantangan krn perbuatannya. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 7: tokohmu menghadapi tantangan yg makin besar (menuju klimaks). #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 8: tokohmu terpuruk (menuju solusi). #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 9: tokohmu berusaha bangkit kembali. #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 10: tokohmu mulai mendapatkan penyelesaian (menuju ending). #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 11: tokohmu dikonfrontasi dgn tokoh antagonis (klimaks). #tulisanmandeg @KampungFiksi
- point 12: tokohmu berhasil/gagal mencapai tujuannya (ending). #tulisanmandeg @KampungFiksi
- kira2 begitu, keliatannya teoritis sekali, tapi membantu u/ yg #tulisanmandeg :) @KampungFiksi
- lagian, biar teori sekeren apa, kalau gk nulis2 ya wasalam, tetep aja tuh #tulisanmandeg hahaha @KampungFiksi selamat menulis!
Saturday, August 31, 2013
A Genuine Hope
Rabu kemaren gue diundang seorang produser yang mau bikin film based on true story.
Awalnya ketika mas prod itu cerita tentang kontennya, gue merasa keberatan dengan apa yang dia tekankan. Kekerasan. Tapi daripada langsung mundur, gue coba simak dulu sampe dapat gambaran lebih besar.
Ternyata pas ketemu narasumbernya dan dengerin cerita dia, terlihatlah hal-hal lain yang sangat menarik. Dengerin cerita dia bikin gue nangis, ketawa, dan berpikir bahwa hidup ini emang full of surprises.
Semoga kita bisa wujudkan project ini jadi keren banget ya, Bro!
Ternyata pas ketemu narasumbernya dan dengerin cerita dia, terlihatlah hal-hal lain yang sangat menarik. Dengerin cerita dia bikin gue nangis, ketawa, dan berpikir bahwa hidup ini emang full of surprises.
Semoga kita bisa wujudkan project ini jadi keren banget ya, Bro!
-Pic from Fourthsquare
Thursday, August 15, 2013
Hidup adalah Revisi Melulu
Apa sih 'horor' bagi penulis (naskah)?
1. Writer's Block
2. Revisi
Gw mau bahas yang kedua. Revisi.
Revisi adalah perubahan naskah dari draft sebelumnya. Efeknya adalah naskah yang lebih kuat, cocok, juga bagus.
Buat gue, revisi terbagi jadi:
A. Revisi Minor: yg diubah sedikit. Misal: typo, kesalahan penulisan setting, salah dialog, salah ngasih reaksi. Bisa juga penambahan scene untuk memperkuat cerita, atau penghapusan scene untuk scene basa basi.
Revisi minor ini enteng ngerjainnya.
B. Revisi-nya banyak
Misal:
- Karena mengganti/menghilangkan/ menambah sejumlah Tokoh Utama: misal2: seorang cerita gadis bedinda kerja di rumah majikan kaya yang ditinggali DUA bujangan keren, terus direvisi agar bujangannya jadi SATU saja.
- Karena mengubah situasi kondisi tokoh utama: misal2: anak patuh diubah jadi anak durhaka, sekolah anak berprestasi semua diubah jadi sekolah anak bermasalah semua.
- Karena mengubah setting : misal2: setting kota diubah jadi setting desa, setting papua diubah jadi setting wonogiri, kehidupan di sekolah orang kaya jadi kehidupan sekolah bobrok.
- Karena mengubah periode dalam cerita : misal2: cerita jaman teknologi komunikasi sudah begitu canggih, eh diubah periodenya ke jaman telegram.
Revisi Banyak ini merepotkan. Soalnya menipu. Kesannya cuma hilang A, tapi efeknya bisa mengubah 50persen (bahkan lebih) cerita. Contohnya begini: Asih kerja di rumah majikan berisi 2 bujangan keren bisa memunculkan konflik cinta segitiga, tapi kalau di rumah itu cuma ada 1 bujangan keren ya bukan konflik cinta segitiga dooong? (Apa? Cinta segitiga masih ada karena ada sekretaris cantik? Heeeee, yang diomongin kan karakter-karakter di rumah itu, bukan yang di luar) .
Yang paling menyakitkan hati adalah revisi yang membelokkan cerita. Cerita bisa belok di segmen berapa pun. Makin awal cerita berbelok, makin banyak perubahan ceritanya, bahkan cerita bisa di-ROMBAK TOTAL! (Ini asli super horor buat penulis :p)
Karena merepotkan, Revisi Banyak ini sering bikin bete duluan. Padahal pas ngerjain revisi sih lanjut terus dan terus.
Para penulis sering mengibaratkan Revisi Banyak ini dengan "bongkar baju" atau "renovasi sebagian rumah". Banyak kan yang bilang "daripada betulin ukuran baju jadi mending jahit dari awal"? Kalau di penulisan naskah, "daripada rombak mendingan bikin cerita dalam awal". Berat euy Revisi Banyak, tapi mau nggak mau ya harus dijalanin.
Dan hari ini...
Gue baru terpikir...
Kalau jalan hidup manusia...
Isinya Revisi Melulu...
Baik revisi minor
Atau mayor
Pernah berencana jangka panjang tapi mendadak di tengah jalan harus berubah haluan?
Itu adalah revisi.
Menikah, kelahiran, kematian, muncul dan hilangnya kesempatan....
Itu mengandung revisi.
Revisi hidup sama kayak revisi naskah dalam level yang berbeda. Mau revisi minor kek, mau revisi banyak kek, dia jadi beban kalau dianggap beban. Tapi kalau dikerjakan terus dan dibawa asik, akhirnya selesai juga dan hasilnya ketemu apa yang kita mau. Seperti naskah yang biarpun cerita dibelokkan di mana pun akan menemukan alurnya lagi, hidup juga begitu. Mau belok di mana nih hidup? Di situ akan muncul cerita baru. Ending-nya gimana? Bisa sesuai rencana, tapi bisa juga ending baru tak disangka yang bikin kita tercengang begitu sampai di sana.
Jadi jangan patah semangat me-revisi melulu!
Fighting!
=====
NB: mungkin agak gak nyambung, tapi gue jadi inget sharing seorang ustad. Dia lempar pertanyaan, "takdir manusa bisa diubah ga?"
Jawabnya bisa. Caranya minta ke Allah. Allah kan yang bikin takdir, jadi ngubah takdir juga bisa doooong?
1. Writer's Block
2. Revisi
Gw mau bahas yang kedua. Revisi.
Revisi adalah perubahan naskah dari draft sebelumnya. Efeknya adalah naskah yang lebih kuat, cocok, juga bagus.
Buat gue, revisi terbagi jadi:
A. Revisi Minor: yg diubah sedikit. Misal: typo, kesalahan penulisan setting, salah dialog, salah ngasih reaksi. Bisa juga penambahan scene untuk memperkuat cerita, atau penghapusan scene untuk scene basa basi.
Revisi minor ini enteng ngerjainnya.
B. Revisi-nya banyak
Misal:
- Karena mengganti/menghilangkan/
- Karena mengubah situasi kondisi tokoh utama: misal2: anak patuh diubah jadi anak durhaka, sekolah anak berprestasi semua diubah jadi sekolah anak bermasalah semua.
- Karena mengubah setting : misal2: setting kota diubah jadi setting desa, setting papua diubah jadi setting wonogiri, kehidupan di sekolah orang kaya jadi kehidupan sekolah bobrok.
- Karena mengubah periode dalam cerita : misal2: cerita jaman teknologi komunikasi sudah begitu canggih, eh diubah periodenya ke jaman telegram.
Revisi Banyak ini merepotkan. Soalnya menipu. Kesannya cuma hilang A, tapi efeknya bisa mengubah 50persen (bahkan lebih) cerita. Contohnya begini: Asih kerja di rumah majikan berisi 2 bujangan keren bisa memunculkan konflik cinta segitiga, tapi kalau di rumah itu cuma ada 1 bujangan keren ya bukan konflik cinta segitiga dooong? (Apa? Cinta segitiga masih ada karena ada sekretaris cantik? Heeeee, yang diomongin kan karakter-karakter di rumah itu, bukan yang di luar) .
Yang paling menyakitkan hati adalah revisi yang membelokkan cerita. Cerita bisa belok di segmen berapa pun. Makin awal cerita berbelok, makin banyak perubahan ceritanya, bahkan cerita bisa di-ROMBAK TOTAL! (Ini asli super horor buat penulis :p)
Karena merepotkan, Revisi Banyak ini sering bikin bete duluan. Padahal pas ngerjain revisi sih lanjut terus dan terus.
Para penulis sering mengibaratkan Revisi Banyak ini dengan "bongkar baju" atau "renovasi sebagian rumah". Banyak kan yang bilang "daripada betulin ukuran baju jadi mending jahit dari awal"? Kalau di penulisan naskah, "daripada rombak mendingan bikin cerita dalam awal". Berat euy Revisi Banyak, tapi mau nggak mau ya harus dijalanin.
Dan hari ini...
Gue baru terpikir...
Kalau jalan hidup manusia...
Isinya Revisi Melulu...
Baik revisi minor
Atau mayor
Pernah berencana jangka panjang tapi mendadak di tengah jalan harus berubah haluan?
Itu adalah revisi.
Menikah, kelahiran, kematian, muncul dan hilangnya kesempatan....
Itu mengandung revisi.
Revisi hidup sama kayak revisi naskah dalam level yang berbeda. Mau revisi minor kek, mau revisi banyak kek, dia jadi beban kalau dianggap beban. Tapi kalau dikerjakan terus dan dibawa asik, akhirnya selesai juga dan hasilnya ketemu apa yang kita mau. Seperti naskah yang biarpun cerita dibelokkan di mana pun akan menemukan alurnya lagi, hidup juga begitu. Mau belok di mana nih hidup? Di situ akan muncul cerita baru. Ending-nya gimana? Bisa sesuai rencana, tapi bisa juga ending baru tak disangka yang bikin kita tercengang begitu sampai di sana.
Jadi jangan patah semangat me-revisi melulu!
Fighting!
=====
NB: mungkin agak gak nyambung, tapi gue jadi inget sharing seorang ustad. Dia lempar pertanyaan, "takdir manusa bisa diubah ga?"
Jawabnya bisa. Caranya minta ke Allah. Allah kan yang bikin takdir, jadi ngubah takdir juga bisa doooong?
Thursday, June 27, 2013
Foto Favorit Bulan Ini
Keponakan gw, Gifa (7th), lagi cerita ke Puti tentang tes akhirnya di sekolah. Saat itu Puti lagi nginep di rumahnya, khusus nemenin belajar untuk persiapan tes akhir.
Menyenangkan ya, ketika banyak hal bisa diceritain ke orang tersayang.... :)
(Foto pake BB Torch1)
Subscribe to:
Posts (Atom)




