Sunday, March 19, 2017

Jadi Orang Positif Sajalah


Postive people attracts positive people.

Negative people attracts negative people.

Saya percaya kalau energi positif akan berpengaruh positif. Misal, kalau kamu ramah maka orang akan ramah ke kamu, kalau kamu baik maka kamu terlibat dengan orang-orang baik juga. Sebaliknya, orang-orang yang energinya negatif akan berefek negatif. Contoh, kalau kamu culas, jahat, iri, atau apalah kelakuan dan pikiran yang jelek-jelek, maka kamu akan terbelit sama orang-orang yang begitu juga.

Paling tidak, kamu akan berpikir bahwa di duniamu, orang-orangnya ya kayak kamu.

Menjadi positif itu nggak susah, juga nggak gampang. Tergantung niat. Menurut penilaian pribadi, saya adalah orang baik, berpikir positif dan sabar. Namun akhir-akhir saya ini sinis ke beberapa orang. Ada alasan yang membenarkan kenapa jadi sinis sama mereka. Tapi itu alasan saya pribadi. Meski saya meyakinkan diri dan orang lain kalau alasan itu sah, tetap saja itu dari kacamata saya.

Saya gusar waktu ibu saya memperingatkan agar saya jangan negatif begitu. Nasehat ibu saya, tetaplah positif. Berpikirlah kalau orang itu punya masalah pribadi sehingga salah satu efeknya jadi jelek gitu ke saya. Doakanlah orang-orang itu. "Itu bikin kamu lebih baik, ya perasaan, atau apa pun yang akan datang ke kamu," kata ibu.

Sebel dengar nasehat itu. Kenapa ibu saya nasehatin untuk bersikap baik, sementara saya merasa diperlakukan nggak baik? Rasanya nggak adil.

Tapi saya adalah orang yang percaya kalau omongan seorang ibu itu sakti. Jadi meski dongkol, saya turuti kata-kata ibu. Meski nggak rela, saya tetap mensugesti diri untuk bersikap baik. Nggak mulus memang. Kadang kepleset juga buat berpikir atau bicara negatif.

Sampai akhirnya, sore tadi saya mendapat telpon dari salah satu orang yang selama ini saya pikir sudah bikin saya gregetan (dalam arti negatif). Pembicaraan telpon tidak lama. Tapi dari pembicaraan itu saya menyimpulkan, ternyata dia tidak seperti tuduhan saya di masa negatif kemarin-kemarin. Memang tidak 100 persen tuduhan saya keliru -- menurut saya--- tapi juga tidak 100 persen sangkaan saya benar. Yang jelas, saya dan dia sama-sama punya niat baik, tapi komunikasinya saja yang kacau.

Ajaib! Dengan benar-benar yakin kalau dia punya niat baik, perasaan negatif saya berkurang drastis. Ini terjadi waktu saya yakin dengan tulus, tanpa embel-embel "tapi kan....".  Ajaib lagi, dengan berkurangnya perasaan negatif saya, dan otomatis berganti jadi perasaan positif, saya jadi lebih enteng menghadapi masalah lain. Ini menyenangkan.

Seperti yang saya tulis di atas: kamu akan berpikir bahwa di duniamu, orang-orangnya ya kayak kamu. Saya ingin orang-orang baik ada di sekeliling saya. Orang-orang yang ramah, peduli, saling mendoakan, menyemangati dan bikin bahagia. Karena itu saya akan mulai lagi untuk jadi orang begitu juga - yang ramah, peduli, mendoakan, menyemangati dan bikin bahagia orang lain.

Nggak usah kebanyakan mikir yang drama-drama. Jadi orang positif sajalah.

Thursday, September 01, 2016

Sudah Nonton yang Mana?

Ada seorang peserta pelatihan bertanya, apa suka-nya jadi penulis naskah? Aku jawab... salah satunya adalah jika karya kita diterima dan disukai audiens. 


Di bawah ini sebagian judul serial/ftv/sitkom dan film dari naskahku. Judulnya masih akan bertambah. Semoga juga makin menghibur dan punya muatan positif. 

SUPER DIDI (2016)
Poster-film-Super-Didi
Film Super Didi adalah film keluarga. Cerita berfokus pada Arka, seorang Ayah yang awalnya merasa percaya diri banget bisa mengurus dua putri ciliknya. Ternyata?
Pemain : Vino G. Bastian, Karina Nadila, Ira Maya Sopha, Mathias Muchus, Joe P Project, Tizza, Sandy PAS Band, Bayu Oktara, dll
Penulis: Budhita Arini. Sutradara: Hadrah Daeng Ratu, Adis Kayl Yurrahmah. Produser : Reymund Levy


SERIAL  
THE TRANSMART (2016 – …)   
poster the transmart sitkom
Sitkom / situasi komedi tentang karyawan-karyawan Tranmart yang diwakili karakter: Bu Kalina (area manager), Pak Arya (store manager), Luvita (kasir), Cessa (petugas informasi), Reno (butcher), Pak Tebas (sekuriti), Mamet (OB).
Pemain : Rianty Carthwright, Reza Nangin, Amanda Rigby, Mayang Juditia, Albert Halim, Said Ali, dan Bacun Hakim.
Sutradara : Betul Solihin, Sukarya St. Marajo; Produser : Andes Herjadi, Ade Yemy Irawan.

PONDOK PAK CUS (2015 – 2016)
poster Pondok-Pak-Cus-SitKom-Trans-TV
Sitkom / situasi komedi tentang keseharian keluarga yang terdiri dari Ayah single parent, dan tiga putrinya yang berbeda-beda karakter, yaitu si tomboy-galak Citra, si centil-usil Cecil dan si kolokan-polos Caca.
Pemain : Mathias Muchus, Selena Alexandra, Ariel Tatum, Stephanie Zamora.
Penulis : Matahari Pagi (tim penulis yang terdiri dari Budhita Arini, Samsoedin Noer, Aris Triana, Cut Desy, Raha Kurnia). Sutradara : Betul Solihin, Sukarya St. Marajo. Produser : Tommi Setyansyah, Anggun Puspita Marlien.

PATRIOT  (2015)
poster patriot net
Cerita tentang patriotisme dan cinta. 
Tim Bunglon yang mengemban misi menghalau kartel internasional penyelundup obat terlarang, dan keluarganya yang menanti mereka pulang -hidup atau mati-.
Pemain : Rizky Hanggono, Verdy Bhawantha, Winky Wiryawan, Maruli Tampubolon, Dallas Pratama.
Penulis : Raditya, Budhita Arini, Igna, Nikotopia. Sutradara: Azhar Kinoi Lubis, Thomas Nawilis. Produser : Mohammad Ihsan.

KAMPUNG KW (2015) 
poster kampung kw
Drama komedi di Trans TV. Bercerita tentang sebuah desa yang dipimpin Jokobi, anak dari Megawangi. Nama dan tampang karakter-karakternya memang sengaja mirip orang terkenal. Cita-cita drama komedi ini: bercerita masalah nasional dengan bahasa warung kopi.


SILAT BOY the SERIES (2013)
PhotoGrid_1471660697980
Serial 5 episode di Trans TV. Action, komedi, romance, bromance, drama.
Kisah seorang pemuda bernama Gajah Mada yang awalnya putus asa karena sebatang kara, tapi lalu punya tujuan hidup mulia setelah dibawa pamannya ke Jakarta, dan dilatih Silat Dodol oleh Mpok Yagi, master silat yang menyamar jadi pembantu rumah tangga.
Ditulis tandem bareng Raditya, si penulis Silat Boy yang asli (FTV).
Pemain : Qausar Harta Yudha, Eko Dj, Mpok Hindun. Sutradara : Rully Manna.

CINTA CENAT CENUT 3 (2012) 
poster CCC 3
Sukses dengan CCC1 dan CCC2, TransTV membuat serial lanjutannya... CCC3. Bintang utamanya masih boyband lokal nomor 1 di Indonesia, SMASH... jaman mereka masih bertujuh. 
Jika di CCC 1 digambarkan mereka anak SMA, dan di CCC 2 sudah kuliah, maka di CCC 3 sebagian sudah kerja. Konfliknya tetap cinta, dan persaingan bisnis. Tapi karena sudah ada yang terjun ke bisnis, jadi yang konflik bukan bisnis ortu, melainkan mereka dan lawan bisnis mereka sendiri… yang akhirnya terjebak cinta. Halah.
Sayang, dari 12 episode yang disiapkan, hanya tayang 9 episode. Rating share-nya kecil. Mungkin karena era boyband sudah lewat. Atau mungkin karena penonton-nya SMASH notabene lebih suka kalau heroes mereka masih SMA atau kuliah, bukan orang dewasa yang kerja. #lessonlearnt
Penulis : Jazzy MU, Budhita Arini, Vera Varidia. Sutradara: Archie Hekagery (eps 1) dan Trias. Produser: Harli Rusdiantoro.

POLICE 86 (2010 – 2012) 
poster police 86 trans 1
Serial action-komedi tentang polisi di negeri khayal, tapi kayak Indonesia🙂 
Tugas mereka berat, mulai dari memberantas perdagangan manusia, menangkap mafia narkoba, mengawal orang penting negara, dll. Tapi meski tugas berat, kelakuan mereka konyol. Apalagi masing-masing punya masalah pribadi, mulai dari cinta sampai utang. Hey, police juga manusia!
Tayang di TransTV. Pemain Police 86 : Donny Kusuma, Indra Birowo, FiveVi, Oxcel, Ario Bayu, Roby Sutanto, Kiwil, Sinyorita Esperanza, Nabila Putri, Fairly Wattimena.
Sutradara : Sukarya St. Marajo, Betul Solihin, Muzafarsyah. Produser: Yudho Indrowiyono.

ANGEL'S DIARY (2009)  
poster angelsdiary
Cowok ganteng, ketus, acuh, ke mana-mana terlingkar headphone di lehernya... tapi diam-diam perhatian sama kamu. 
What? Sama kamu?? Nggak ding. Kalau di serial Angel's Diary, cowok itu namanya Satria, dan cewek yang diam-diam jadi perhatiannya adalah Angel, gadis yatim yang baru datang ke Jakarta untuk mencari mamanya. 
Serial rasa Korea. Love it🙂
Penulis : Budhita Arini, Eka Kurniawan, Patrick Devo, Raha Kurnia. Sutradara : Thaleb Wahyudi, Omar Alaydrus. Produser: Harli Rusdiantoro.

poster cookiesCOOKIES SCTV (2006 – lupa) 
Program serial remaja yang satu judulnya cuman 5 episode. Aku kangen serial begini yang buatan Indonesia. 
Cookies, alias Kumpulan Kisah Manis. Tayang di SCTV. 
Beberapa cookies yang aku tulis :
  1. Deadline Cinta (Pemain: Adly Fairuz, Natalia, Jerry Int’veld),
  2. Ajari Aku Cinta (Pemain: Gita Gutawa, Haykal Kamil, Putri Titian, Jourast Jordy),
  3. Ajari Lagi Aku Cinta (Pemain: Gita Gutawa, Haykal Kamil, Putri Titian),
  4. Bibik Juga Manusia (Pemain: Sheza Idris, Fandy Christian),
  5. Coba Lo Jadi Gue (Pemain: Reza, Haykal Kamil, Ramzi Pandu Irawan, Putri Titian).  

Tuesday, April 07, 2015

Tentang Patriotisme dan Cinta

Serial baru.




Patriot. Di NET.TV

Tayang : Pertengahan April 2015 (to be confirmed)

Pemain :
Rizky Hanggono sebagai Kolonel Bayu
Verdy Bhawantha sebagai Letnal Kolonel Guntur
Winky Wiryawan sebagai Sertu Jalu
Maruli Tampubolon sebagai Sertu Charles Tampubolon
Dallas Pratama sebagai Sertu Samuel
Dorman Borisman sebagai Virhod Tampubolon

Sutradara ; Azhar Kinoi Lubis, Thomas Nawilis

Penulis ; Raditya, Budhita Arini, Igna Ardiani, Nikotopia.

Sumber gambar ; wikipedia


Monday, February 09, 2015

Tujuan Hidup Lo Apa?

Gak cuman manusia di dunia nyata yang mesti punya tujuan hidup.Tokoh cerita juga mesti punya tujuan hidup.

"What's the character drive?"

Begitu yang disebut di buku nulis script yang gue foto kopi  (aaaak, ketauan deh modalnya foto kopi-an) dari mantan mahasiswa yang kuliah Inggris (nah kalo ke Inggris dulu gue belom ada modal).

Dengan punya tujuan hidup, tokoh cerita punya dorongan untuk melakukan ini itu, sehingga terjadilah tindakan. Karena kita tau tujuan hidup si tokoh tuh apa... kita bisa mainin deh reaksinya si karakter.

Misalnya, ada pengumuman "Lari 10 Kilo" yang lagi musim banget itu. Akan beda tindakan Tokoh A yang tujuan hidupnya "naik kelas" yang penting dikenal orang banyak dan dianggap sangat kekinian, dengan tindakan Tokoh B yang tujuah hidupnya "cari duit".

Ntar kalo Tokoh A dan Tokoh B ketemu, ada aksi reaksi, ada konflik, cerita berkembang.

Gitu.


pic from businessnetworking.com

Tuesday, February 03, 2015

One Act Drama

Mendadak tertarik melihat ada istilah One Act Drama. Setelah browsing-browsing dikit, gue ambil kesimpulan kalo ini --sesuai namanya-- drama yang cuman 1 act. Bukan 1 scene lho, tapi 1 act. Satu act itu bisa terdiri dari beberapa scene. Sedangkan 1 scene adalah 1 adegan yang terjadi dalam 1 set DAN 1 waktu. Jadi kalo setnya sama, namun adegannya pagi DAN malam, itu udah dua scene.

Ibarat tayangan FTV atau sitkom (situasi komedi), 1 act itu sampe jeda iklan.

Jelas ya? Kalo nggak jelas, gue doain biar segera dapat kejelasan. *senyum kalem*

Kembali ke One Act Drama. O iya, bisa juga disebut One Act Play. Nah, ini gue liat di Youtube ada beberapa judul. Gue belum sempet nonton, buat sekedar tau aja. Di internet juga ada beberapa situs yang upload script2 One Act Drama. Belum sempet baca, juga buat sekedar tau aja. :))

Kalo pengen baca contoh-contoh scriptnya, di bawah ini beberapa link ke sana: 
http://www.freedrama.net/onedrama.html

Gue sempet bikin kesimpulan cepat, yang kalo salah kesimpulan mohon dimaafkan, bahwa... One Act Drama ini perluasan dari Monolog. Soalnya di naskah2 yang terupload di link di atas ada keterangan kalo naskah itu dimainkan untuk beberapa orang aja, bahkan ada yang cuma untuk 2 orang. Tapi terus gue mikir lagi, bisa aja toh bikin One Act Drama dengan boros pemain? Yang penting kan disajikan dalam 1 Act. 

Pentingnya mempelajari One Act Drama, meski bukan untuk jadi pakar, adalah buat belajar bercerita dengan pacing yang cepat. Namanya juga drama harus bungkus dalam 1 Act. Dalam 1 act itu penonton harus sudah tau karakter2 yang terlibat, situasinya, konfliknya, puncak konflik, dan bagaimana freeze-nya drama ini (mungkin cerita selesai, atau ngegantung sehingga bikin penonton gemes lalu berantem sama temen nontonnya tentang apa yang terjadi sama si tokoh di akhir cerita). 

Seru ya? Iya. *biar cepet* *kembali ke kerjaan* *hwaaaaaaaa* *mulai puyeng lagi deh*

Monday, January 26, 2015

Kampung KW

Ini tayangan baru di Trans TV. Drama komedi durasi 1 jam yang tayang tiap hari ... *catet*... Senin jam 19 WIB.

Ini posternya, di ambil dari situs transtv
Konsepnya, dalam 1 kampung (Kampung Keren dan Woles, disingkat Kampung KW), tinggal orang-orang yang versi KW (versi tiruan) tokoh dan selebriti. Ini antara lain :

diambil dari tabloidbintang.com

diambil dari transtv.co.id


Bisa tebak KW-an siapa?

Nah, yang udah pasti muncul di tiap episode adalah Jokobi, Megawangi, Syahriteung, Omama, Angie, Koma Irama, Toma Irama, Arul, Sukul, Cule, Udel. Ntar bakalan muncul KW-KW lain sebagai bintang tamu.

Menurut orang-orang yang nonton, Kampung KW lucunya puolll!! Meski begitu ada juga yang nggak suka. Ya nggak papa juga, itu hak yang nonton. :)

Di episode-episode awal, banyak parodi dari kejadian nyata di dunia politik dan entertainment. Selanjutnya... hmm... pengennya sih ada parodinya juga.

Saran gue, kalo nonton Kampung KW, sempetin baca nama scriptwriternya. :p

***

Next serial : PATRIOT.
 ***

Sunday, December 28, 2014

Feeling Blessed

Tahu bahwa ketika sebuah tim produksi lagi merancang sebuah serial, dan mereka berpikir kalau yang cocok nulis itu adalah gue, scriptwriter yang pop up pertama di kepala mereka adalah gue... rasanya sungguh wow.

Alhamdulillah,

Barakallah.


Friday, November 21, 2014

Cara Bikin Twist Cerita

Twist cerita, atau beberapa teman bilangnya kelokan tajam atau bahkan putar balik cerita, adalah momen dalam cerita yang bikin pembaca/penonton kaget. Mereka ngiranya cerita akan ke mana, taunya beloknya ke mana. Mereka ngiranya pelakunya si A, ternyata si B yang nggak disangka-sangka.

Contoh cerita yang nge-twist : film “The Others” (2001), “Identity” (2003), "Hello Ghost" (2010), "Couples" (2011) dan kalau cari di google akan banyak banget.

Kejutan dari twist cerita ini bisa bikin pembaca/penonton suka atau sebel. Tapi buat gue, twist cerita itu sesuatu yang asik dan perlu. Kadang kalau gue bikin cerita, ketemu twist dengan sendirinya :). Tapi sering juga kalau bikin cerita, plotnya ketebak :(. Makanya, gue ubek2 google untuk cari tau gimana cara bikin twist cerita.

Baca artikel ini, katanya untuk bikin twist cerita itu caranya:

1. Bikin ending terbuka
Cerita dibiarkan menggantung, biarkan pembaca/penonton yang nebak-nebak endingnya. Tapi berdasarkan pengalaman, ending terbuka ini kurang seksi di tayangan tv. Penonton tv maunya yang tuntas. Bahagia ya bahagia. Dapat hukuman ya dapat hukuman.

2. Pakai narrator yang nggak bisa dipercaya
Karena biasanya orang tuh percaya aja sama yang dikatakan narrator dalam sebuah cerita. Ketika audiens percaya kalau cerita yang dibawakan narrator akan menuju ke arah tertentu… (meski tentunya sudah ada petunjuk keciiil aja bahwa narrator gak sepenuhnya bisa dipercaya) .. maka pas penutup ceritanya beda dari giringannya si narrator, ini akan jadi twist.
Contoh: Alfred Hitchcock Presents the series.



3. Pelintir karakter cerita
Misalnya orang yang baik ternyata dia jahat. Orang yang keliatannya jahat taunya dia malaikatnya.

4. Langsung awali kisah dari klimaks cerita
Dengan cara ini, pembaca/penonton jadi bertanya-tanya ada apa??? Kan masih sedikit info tuh tentang siapa ngapain dalam situasi apa. Jadi orang bebas nebak-nebak.  

5. “Kill your darling”
Sebenernya di artikel aslinya tidak ditulis begini, tapi gue suka sama istilah ini. Singkat padat. 

pic from askthehamadabrothers.tumblr.com
Gambaran Kill Your Darling begini: kalau di cerita ini ada yang dikagumin, yang diharap bisa nolong tokoh utama, tempat si tokoh utama bergantung… musnahkan saja. Matiin kek, bikin sakit gak bisa apa-apa kek, diculik kek, difitnah kek… lalu lihat apa yang akan dijalankan si tokoh utama.


Ada banyak lagi tulisan yang ngasih tips cara bikin cerita yang nge-twist, tapi so far inilah yang paling gue paham.

Yuk, mari nge-twist.

Tuesday, November 04, 2014

Cerita dari Penjual Mainan Murah

Teringat Bu Menteri Susi Pudjiastuti yang lagi hits. Ijasah cuman SMP, tapi punya perusahaan ekspor lobster dan sebuah maskapai. Diliat sejarahnya, awalnya Bu Susi keluar dari SMA, terus jadi pengepul ikan. Dia konsekuen, konsisten, ulet, punya modal dengkul, plus pake insting dan otak. Nah, anak muda yang gue temuin secara kebetulan ini sepertinya punya modal dengkul yang sama.

Meski nasib belum tentu sama, tapi boleh lah gue cerita tentang anak muda ini.

Sebut aja namanya Novan. Umur 23 tahunan. Gue liat dia naik mikrolet yang sama dengan gue, tapi dia naik dari Pasar Gembrong (pasar khusus mainan anak yang harganya murah bingits). Bawaan si Novan lumayan banyak. Satu plastik hitam ukuran kantong sampah besar yang ternyata isinya mainan-mainan anak. Kok beli mainan anak sebanyak itu? Iya, buat dijual lagi di depan SD di Rawamangun, pake pikulan, kata cowok itu.

Sepuluh tahun Novan jualan mainan anak. Awalnya nggak jualan sendiri, melainkan menjualkan barang dagangan orang. Dan itu berarti dia start di usia 13 tahun!  *inget-inget, gue umur 13 tahun itu SMP kelas 2, mainan tinggal minta ortu dan dibeliin*.  Setahun menjualkan dagangan orang lain, dia pun paham cara dagang, cara cari pasar, dan cara belanja (milih barang dan nawar). Lalu dia memberanikan diri untuk dagang sendiri.

Permodalan dan keuntungan

Modal awalnya diambil dari tabungan sendiri. Cukup buat beli 5 macem mainan murahan dikalikan masing-masing selusin di Pasar Gembrong. Murahan di sini dalam arti harganya Rp.1000 – 3000. Jangan lebih dari itu, karena harga jual eceran dia maksimal 5000. “Buat anak SD di tempat saya jualan, mainan anak 5000 itu udah mahal. Belum lagi kalau ibu-ibunya yang beli, nawarnya sadis!”

Jual mainan itu gampang-gampang susah. Meski Novan sudah punya tempat asongan di depan sebuah SD, bukan berarti perdagangannya aman 100 persen. Dari selusin mainan yang dia beli, paling yang habis cuman setengahnya. Paling banter 10 biji deh. Dari yang terbeli, ada kalanya ternyata rusak, jadi pembelinya minta tukar.

Udah gitu, risiko barang rusak muncul karena Novan juga dagang keliling. Mainan-mainan yang dibawa ke sana sini bisa aja jadi rusak. *gak dibawa ke sana sini juga bisa rusak kok Mas*.

Mainan-mainan yang nggak laku diapain? Dikumpulin. Ntar sebulan sekali, atau berapa lama sekali deh, dia obral. Misalnya, 20ribu dapat 3. Paling nggak, Novan nggak numpuk barang kelamaan. “Dagang ada perhitungan, ada spekulasi. Bisa untung, bisa rugi” kata dia.   

Selama Novan berdagang, modal yang kembali dia putar lagi. Caranya, seminggu sekali dia belanja di Pasar Gembrong. Dan setiap belanja ya sekantong sampah besar itu.

Soal keuntungan, katanya habis buat biaya hidup sendiri. Buat makan dan bayar sekolah. Yup, SMA malam. *salut*. Sedangkan buat uang makan, alokasinya sehari dua kali makan. Biasanya beli sarapan di warung dengan air minum yang banyak, siang nggak makan, malam baru makan lagi. Atau pagi beli sarapan, siang makan, malam minum air putih. *gue harus lebih bersyukur, bisa makan sehari tiga kali, di luar cemilan kelas berat*.

Trus Novan ngasih duit ke ortu nggak? Dengan sedih dia menggeleng. Buat dia aja ngepas! Orang tuanya emang jarang minta uang ke dia. Tapi pernah juga mereka minta. Dikasih? Nggak. Cuman setelah itu dia kepikiran. Akhirnya besoknya dia kasih deh ortunya uang. Konsekuensinya, dia puasa. “Habis gimana lagi, saya mesti nabung buat bayar sekolah,” kata dia.

Perjalanan mikrolet makin jauh dari tempat awal. Penumpang mulai berkurang satu per satu. Seorang bapak berusia 60tahunan yang dari tadi memperhatikan kami akhirnya angkat bicara.

“Kamu udah berapa tahun jualan mainan anak?” tanya dia ke Novan.

“Sepuluh tahun, Pak.”

“Saya 30 tahun. Udah paham banget liku liku jualan mainan anak,” ujarnya bangga. Wah, pedagang mainan anak juga? Setelah gue liat-liat, ternyata bungkusan besar di pojok mikrolet itu bawaan dia.

Si Bapak ini bangga karena dengan jualan mainan, dia bisa membiayai keluarga. Anak pertama dan keduanya sekarang kuliah, yang ketiga alias bungsu masih SMA. Kata dia, dagang itu bisa untung asal nggak macem-macem. Judi misalnya. Haaah?

Awas anak-anak rentan judi

Judi??? Iya. Novan bilang, teman-teman seumurnya yang juga jualan mainan anak banyak yang ngeblangsak. Gara-garanya nggak kuat iman. Begitu dapet duit, beli narkoba, atau judi. Kesenangan sesaat. Bisa jadi karena pengen cepat lepas dari beban hidup yang berat.

Awas ya, jangan judi! Ancam si Bapak. Novan buru-buru menggeleng. Dia nggak judi. Syukurlah. Lalu si Bapak juga ngancem, jangan bikin anak-anak berjudi. Waduh, gimana lagi tuh??

Jadi gini… ada aja pedagang mainan anak yang menggelar papan penuh nomor, lalu anak-anak SD akan bertaruh di nomor yang mereka kehendaki. Lalu dadu dikocok sampai ada 2 kombinasi angka. Kombinasi itulah yang keluar sebagai pemenang. Kalo ada anak yang naroh uang di angka itu,  anak itu pun dapat hadiah mainan! Yeay!

Wait! Pake uang? Yes. Gopek. Tapi kalikan berapa anak tuh yang naroh gopek di tiap nomor yang dikehendaki. Dan kalikan berapa sesi? Dari sisi pemasukan pedagang mainan, cara ini menguntungkan. Banyak duit masuk. Mainan yang direlain juga cuman 1 di tiap sesi. Masalahnya, dari sisi anak, mereka jadi terdidik buat judi. Ngeri gak siiiiiih??? Awas makanya. 

Maaf. Ini jadi melenceng ya ceritanya. Tadinya mau beberin perjuangan orang dagang, malah jadi ngomongin pendidikan judi sejak dini (*ketok2 meja*). Ya udah mah… Ati-ati aja semuanya ya. Yang mau usaha yang bener, tetep ulet dan semangat, dan jangan ngajarin yang nggak-nggak  ya. InsyaAllah berkah.