Thursday, December 08, 2011

Logika Shaun The Sheep

Seekor anjing bersedih.
Rumah anjingnya baru saja hancur akibat ketabrak truk.
Truk majikannya pula.
Kenapa truk itu nabrak rumah anjing?
Sebab waktu truk itu melaju di jalan, kaca depannya mendadak ketubruk balon-balon yang terbang liar tertiup angin.
Kenapa balon-balon itu terbang liar??
Karena nggak ada yang megangin. Tadinya sih ada yang megangin, tapi yang megangin dilarang bawa balon ke rumah. Jadi dilepas deh tu balon.

Sampe di situ, cerita masuk logika.

Yang nggak masuk logika manusia adalah....
Yang tadinya megangin balon-balon itu adalah... domba-domba bertopi kerucut dan abis pesta!
Pesta di mana??
Di kandang ayam sebelah! Para domba dan ayam berteman baik sampai pesta pun bareng-bareng.
Siapa yang melarang Domba bawa balon ke rumah (rumah Domba = kandang)??
Anjing penjaga yang akhirnya rumahnya ketabrak truk si majikann.
Makanya si Anjing sedih setengah mati.

Itulah logika di film animasi Shaun the Sheep!

Eeeeh.... Cerita tadi ada lanjutannya lagi.

Para Domba merasa bersalah ke si Anjing.
Sebab gara-gara balon mereka, rumah si Anjing hancur.
Maka para Domba yang dipimpin Shaun menyelinap masuk rumah si Petani (pemilik para Domba itu).
Ngapain??
Mereka nyalain komputer, konek ke internet, terus beli rumah anjing secara online!
Hah? Bayar pake apa??
Pake duit lah!! Para Domba itu punya celengan!! Kalo celengan itu diguncang-guncang, maka keluarlah tabungan mereka, berupa pisang, apel, dan duit kertas tiga iket.

Makin absurd.
Dari mana para Domba dapet duit??
Nggak usah dipikirin!
Itu hanya terjadi di Shaun the Sheep!
Jadi logika yang dipake pun logika para Domba!

Shaun the Sheep.
Yang bikin animasi ini emang gokil. Gokil di ceritanya maupun animasinya.
Dan gue suka banget sama film ini!
Lumayan buat ketawa-ketawa gila
dan latihan berfiktif ria!

Yang belum tau kayak apa Shaun the Sheep, ini gambarnya...

Ini Shaun si Domba,
di tengah teman-temannya yang jalan membentuk formasi V.

Di bawah ini Anjing dan si Petani, dua tokoh berpengaruh dalam film animasi ini.

Blitzer, anjing penjaga hewan gembala, klo jalan pake 2 kaki.
Piarannya si Petani.
Tugasnya? Jaga Domba2 gembala (yang kelakuaan-kelakuan ajaibnya
sering lolos dari pengawasan si Blitzer).


Si Petani, majikannya Blitzer, pemilik Shaun dkk.
Doi berkacamata pantat botol, itu pun matanya masih rabun.
Karena kerabunannya, dia sering nggak liat kalo
Shaun dkk yang bandel banget itu baru ngancurin barang,
atau baru kabur untuk jalan-jalan.

Dua foto pertama diambil dari shaunthesheep.com dan foto terakhir dari bbc.co.uk jreng.

Dalam banyak episode, si Blitzer dan si Petani dibikin clueless alias nggak tau menau. Mungkin supaya cerita fokus di Shaun dkk. Tapi kalau Blitzer dan si Petani muncul, mereka jadi umpan cerita yang penting banget. Nggak asal lewat lah pokoknya.

Domba yang pinter dan kreatif

Menurut wikipedia, Shaun the Sheep adalah animasi buatan Inggris untuk film anak-anak. Serialnya tayang sejak Maret 2007, dan per episodenya berdurasi 5-10 menit. Sampe detik gue ngetik ini, jumat tengah malem lewat dikit, om wiki bilang Shaun the Sheep udah ada 80 episode dalam 2 season. Saat ini produksinya lagi libur dulu.

Premis serial ini adalah "Domba-domba yang kelakuan, kepintaran dan kreativitasnya udah kayak manusia, dalam setting sebuah peternakaan (di Inggris)". Domba yang paling pinter dan kreatif tentu saja Shaun. Temen-temannya ngikut aja. Bersama-sama mereka menghadapi bermacam-macam masalah di peternakan itu.

Nah, masalah mereka juga aneh-aneh, dan kocak gila. Beliin rumah anjing seperti di atas adalah salah satu contohnya. Salah duanya??? Nih, simak di bawah.

Perternakan mereka kedatangan alien (!) yang pesawatnya kehabisan bahan bakar. Shaun dkk berusaha membantu si alien dengan berbagai cara, antara lain memindahkan bensin dari truk si Petani ke pesawat alien. Eh, pesawat alien tetep nggak mau nyala. Ndilalah, yang bisa bikin pesawat nyala adalah eek-nya Domba. Giranglah Shaun dkk plus si alien! Maka semua Domba kerja keras untuk pup (!) di halaman peternakan, sementara satu Domba kerja keras untuk ngumpulin semua eek. Trus semua eek dimasukin ke tangki pesawat alien, dan yakinlah si alien untuk kembali terbang ke planetnya. Tapi sebelum terbang, alien dan para Domba foto-foto dulu! Kenang-kenangan! *hedeeeuhhh* Akhir cerita, si Alien terbang ke planetnya, Blitzer yang dari tadi pingsan pun siuman, dan Shaun dkk sok inosen dengan tampang plongo seolah tak terjadi kehebohan apa pun.

Cukup sinting ceritanya??
Yo'eh.
Bahkan dari cerita di atas, gue berkesimpulan bahwa,
Domba dan Alien udah sadar untuk berhenti pake energi tak terbarukan,
dan beralih ke energi terbarukan (renewable) berupa biogas!


Meski ceritanya sinting, Shaun the Sheep mudah dicerna anak-anak. Paling nggak, keponakan gue yang umur 6 tahun bisa menceritakan lagi. Film ini makin mudah dicerna karena tanpa dialog. Bahkan karakter manusia seperti si Petani pun nggak berdialog. Helaan nafas, deham, itu ada, tapi tidak berupa kalimat. Sementara si Shaun dkk paling banter bilang "mbeeeeekkk!".

Kelakuan-kelakuan lain dari Shaun dkk, sila liat foto2 di bawah.

Yang pake per itu Timmy. Domba termuda di kandangnya si Petani
Dia punya show sendiri, Timmy Time.

Para Domba bandel lagi kerja sama metik apel.
Babi-babi di balik pohon itu adalah saingan Shaun dkk.
Para babi suka memanfaatkan situasi demi kepentingan mereka sendiri.

Kedua foto diambil dari shaunthesheep.com.

Gue nyari foto ayam yang kandangnya sebelahan sama Shaun dkk, tapi nggak nemu. Sebenernya ada beberapa jenis hewan lain yang bolak balik muncul di serial ini (recurring characters). Hewan2 khas peternakan lah, antara lain bebek, burung dan sapi. Umumnya mereka jadi karakter-karakter yang bikin sebel Shaun dkk.

Spin off

Shaun the Sheep sendiri merupakan spin off (serial yang dibuat dengan mengembangkan salah satu karakter dari sebuah serial beken) dari Wallace & Gromit. Sama seperti Shaun the Sheep, Wallace and Gromit juga animasi tanah liat buatan Inggris, tanpa dialog, setting di peternakan, namun tokoh utamanya petani bernama Wallace dan anjing bernama Gromit. Cerita di Wallace & Gromit lucu-lucu sinting. Bahkan sangat sinting karena mengandung ketegangan (klo cerita di Shaun cuman penasaran, di W&G penasaran plus ketegangan).

Dari Shaun the Sheep sendiri udah ada 1 spin off, yaitu Timmy Time. Timmy adalah bayi Domba (kalo ukuran manusia, doi tuh batita atau balita, gitu) di Shaun the Sheep. Timmy Time bercerita tentang keseharian si Timmy bersama temen-temen sekolahnya yang juga bayi-bayi tapi dari jenis hewan lain. Gue kurang suka sama Timmy Time. Batita banget ceritanya.

Gara-gara suka nonton Shaun the Sheep, gue sampe ngayal dianugerahi daya imajinasi sesinting pembuat serial ini. Nggak papa deh logikanya ala logika Domba, Ayam, dll. Tapi kan siapa tau bisa bikin cerita kocak, sinting dan laku kayak Shaun the Sheep. Siapa tauuuuu. Aamiiiin!

Sunday, December 04, 2011

Mau Nulis? Nulis Aja!


foto diambil dari grup BB.
alih-alih nulis tentang apa aja, gue malah posting foto. what a writer i am! :)

Wednesday, November 23, 2011

Dari Sebuah Halte Busway

Setelah beberapa bulan nggak naik trans Jakarta, pekan lalu gue nge-busway lagi (catatan : istilah busway mungkin gak tepat karena yang dimaksud busway itu jalur-nya, bukan bis-nya. Bisnya ya bis trans Jakarta).

Gue naik jam 3 sore dari halte Pasar Genjing. Timing yang salah. Soalnya saat itu sejumlah suporter Timnas bola menyesaki bis transJakarta untuk ke Gelora Bung Karno. Maklum, waktu itu Timnas mau tanding lawan Vietnam di semifinal Sea Games.

Alhasil, karena nggak tahan sesak, gue turun di halte Pasar Rumput. Rencana ke Blok M gue batalin aja. Mending pulang ke Bekasi. Dari halte Pasar Rumput ke terminal Manggarai kan deket banget tuh, terminal paling deket malah. Jadi gue mutusin naik trans Jakarta lagi ke arah balik (arah Pulo Gadung).

Tapiiiiii... nunggu bis transJakarta sama aja kaya nunggu pemerintah ngumumin Idul Fitri tahun ini. Laamaaaaa. Nggak dateng-dateng.

Setengah jam gue berdiri di dalam halte, barulah satu bis baru dateng. Itu pun bis penuh. Jadi petugas trans Jakarta ngelarang calon penumpang masuk ke bis. Eaalaaaah. Bis terpaksa dibiarkan jalan terus tanpa nambah penumpang. Kami di halte terpaksa nunggu lagi.

Sekitar 30 menit kemudian, datang lagi bis trans Jakarta dari arah Kuningan. Eh penuh juga! Petugas trans Jakarta tetap ngelarang calon penumpang naik bus. Maka bis kedua tadi berangkat lagi setelah nurunin 1 penumpang. Calon penumpang di halte Pasar Rumput pun tetep segitu-gitu aja, 6 orang.

Kesel nunggu kelamaan, akhirnya gue motret-motret aja dari halte. Motret-nya sambil sebel, lantaran ngeliat banyak kendaraan pribadi lewat jalur busway yang mestinya steril itu.

Nih hasil fotonya. Seri foto ini gue kasih judul "Macet Kemrecet Pasar Rumput Manggaracet".

Mobil pribadi masuk jalur busway.

Motor pribadi masuk jalur busway.

Metromini masuk jalur busway.

Manusia pun make jalur busway.

Motor lancar di jalur busway. Jalur biasa macet mah sebodo teuing.


Tuesday, November 15, 2011

Muntah Dulu Aaaaah

Udah lama gak nulis skrip sitkom (situasi komedi/komedi situasi), giliran dapet PR nulis sitkom.... alamaaaaaak!

Apa yang gue anggap lucu, belom tentu di rapat naskah dinilai lucu. Apa yang gue anggap nggak lucu, ternyata di forum rapat dinilai lucu. 

Secara umum, skrip gue dinilai gak lucu, adegan kurang lebay, cerita kurang greget, kurang heboh, kurang bombastis, kurang ini itu.... hiyaaaaa... puyeng lah gue.

Prinsipnya, untuk menulis skrip sitkom, ya mesti lucu di naskah, bukan di pikiran lo, bukan di omongan lo. Indikator naskah komedi?? Yang baca ketawa. Ngakak akan lebih bagussss. 

Kalo senyum-senyum doang gimana? Itu belom lucu! Silakan bikin lagi sampe lucu! Gak lucu juga?? Silakan stureisssss.


Friday, November 04, 2011

Tuesday, November 01, 2011

A Game for Outing


Jangan bingung jika pas lagi outing kamu lupa bawa kartu atau permainan yang bisa buat seru-seruan rame-rame.

Dua kali gue ikut geng kantornya-nya Desry ke luar kota, dua kali pula gue terlibat di sebuah game seru. Mainnya bisa berjam-jam. Pesertanya antara 3 sampe .... 10 orang! Mau lebih dari 10 orang juga masih mungkin, bikin lebih menegangkan, tapi jadi lebih susyahhh.

Mainnya silahkan di mana aja. Di mobil, di rumah, di outdoor, bisa! Alatnya pun gampang banget! Cuman (maksimal) 10 jari pesertanya.

Cara mainnya? Tinggal teriak, "Pancasila ada beraaaapaaaaa?". Terus para peserta game nunjukin sejumlah jarinya. Terserah mau berapa jari. Tapi maksimal 10, karena nggak pake jari kaki.

Lalu jumlah jari yang ditunjukin itu dihitung. Jumlah jari menunjukkan abjad. Misal, 1 jari = huruf A. Lima jari = huruf E. Tiga belas jari = M. Kalo jumlah jari lebih dari 26, berarti muter lagi dong dari huruf A.

Truuuussss... kalo udah kepilih satu abjad, setiap peserta harus nyebut judul lagu, atau awal bait / awal kalimat lagu tertentu. Sebenernya bisa juga diganti nama negara ato judul film. Tapi percaya deh, lebih gampang pake judul lagu. Lebih banyak yang tau. Mana terserah pula mau pake lagu apa. Lagu nasional, lagu daerah, lagu pop anak sampe dewasa, lagu rock, lagu orang bule, lagu Rohani... terserah!

Permainan ini cukup menegangkan, kalo kita belom tau mesti nyebut lagu apa, padahal bentar lagi giliran kita. Makin tegang lagi kalo pas giliran kita nyebut, kita masih blank. Ditambah lagi itungan satu...dua...tiga.... ampe sepuluh... yang disebut temen-temen yang emang niat bikin kita makin sutrissss! Kalo nggak bisa juga? Sentil! Then you're out!

Lucunya permainan ini, kalo udah kepepet, suka muncul judul-judul kreatif. Misal :

Lagu dari huruf P!
"Peeling.... wowowo peeling." (itu feeling! maksa deh).
Lagu dari huruf F!
"Ferempuan desa...." (itu pake Pe bukan eP!).
Lagu dari huruf I!
"I-book lagiiiii ah! I-book lagi." (mestinya : mabuk lagiii...).

Atau... satu lagu bisa dieksploitasi untuk jawaban beberapa huruf. Misal :

Lagu dari huruf N!
"Neng, di sini aje Neng!" (lagunya Benyamin S - Idar Royani).
Lagu dari huruf B!
"Bang, di sono aje Bang!" (idem).
Lagu dari huruf O!
"Ogah ah di sini aaaajee". (ya lirik lagu yg sama).

Nggak jarang terjadi, antar peserta nyaris saling mencekik.
Contoh, lagu dari huruf K!
Peserta 1 : (nada lagu Kukukukuruyuk). "Kokorono tomo..."
Peserta 2 : Eeeeh, curang lo, ngambil dua lagu sekaligus!
Peserta 1 : Itu satu lagu! Kokoro no tomo!
Peserta 2 : Kokoro no tomo nadanya nggak gitu! Itu lagu kukuruyuk.
Peserta 1 : Itu nadanya kokoro no tomo! (ngotot).
Peserta 2 : Tapi nada lo kukuruyuk! Kukuruyuk ya kukuruyuk aja! Gue nih, yang udah nyiapin kokoro no tomo yang bener!!

Halaaah. Pertengkaran itu ternyata berdasarkan kepentingan pribadi. Peserta 1 nggak mau dibilang salah, peserta 2 nggak mau kecurian lagu. Keputusan akhir biasanya si peserta 2 disuruh nyari lagu lain, tapi peserta 1 tetep dimarahin orang-orang segrup. Meski begitu, peserta 1 gak peduli dimarahin, yang penting gilirannya selamaaattt.

Terakhir gue main "Pancasila Ada Berapa" ini berdelapan orang, ngabisin sekitar 3 jam. Itu pun terpaksa distop karena kami mesti bobo, besok kudu trekking dari subuh (yang mana daripada akhirnya kami gak trekking juga lantaran kesiangan!).

Nggak tau juga kenapa mesti pake nyebut "Pancasila ada berapa". Soalnya kalo yang ditanya sila Pancasila, ya jawabnya pasti lima! Tapi ini bukan soal PPKN. Ini game yang asli seru. Keseruannya nularin orang yang denger!! Nggak percaya? Silakan coba!

Wednesday, October 26, 2011

Gara-gara Lihat Hujan

Hujan pertama di tahun 2011... yang bisa dilihat dari rumah gue :)

Jadi inget kejadian beberapa tahun lalu, pas lagi hujan juga.

Waktu itu, pas masih kuliah S1, Monik dan Yanti main ke rumah gue. Btw, itu udah lama banget yeee. Tapi sekarang kita masih imut-imut juga kok. Huehehee. Ehm.... Balik ke cerita. Hujan. Dingin. Laper. Jadi gue bikin deh mi goreng instan 3 porsi, buat gue, yanti dan monik. Aromanya... hmmmmmm.... enaaaaak! Nggak sampe 5 menit, mi goreng tandas di piring masing-masing. Tersisa bumbu dan minyak berbumbu yang masih nempel di piring. Tapi itu nggak lama. Soalnya si Monik yang masih mupeng segera mengoretinya pake jari. Dan itu ternyata nggak cukup juga!

Monik : *celingukan*
Monik : Dit, bokap nyokap lo lagi nggak di rumah kan?? Kalo gitu... sikaaaat!! *langsung jilatin piring ampe liciiiin*

Bumbu mi goreng instan yang nempel di piring emang endang bambang surambang alias enak bangeeet. Gue aja suka jilatin, tapi pake jari, bukan langsung dari piring. Untuk urusan jilat dari piring, Monik udah yang paling top dah! :))

Nah cerita yang berikut ini nggak ada hubungannya sama hujan. Tapi karena abis ngomongin Yanti dan Monik, jadi gue terusin aja cerita tentang 2 mahluk absurd ini.

Begini... Meski urusan makan agak nggak behave :)) Monik pernah jadi penjual produk perawatan kecantikan dan make up lhooo! Hah? Nggak ada hubungannya? Ya disambung-sambungin aja biar berhubungan, hahahaaa. Udah ah gue cerita lagi nih. Pernah gue belanja cukup banyak dari dia, dan dia seneng banget. Dia sampe ngasih bonus ini itu melebihi bonus yang semestinya. Itulah yang bikin Yanti ngomel. "Gimana sih? Target jualan belom tercapai masak udah ngasih bonus? Gimana bisa dapet untung kalo cara dagangnya begitu?".

Wuih, Monik langsung ciut. "Gue dimarahin Yanti soal dagang. Gue percaya aja deh ama yang dibilangin Yanti. Dia kan orang Padang. Padang kan jago dagang."

Monik nggak tau, kalo Yanti dagangin tas laptop di kantornya dengan harga Rp.150ribu. Laku keras sampe 15 biji. Harga dari distributor?? Rp.150ribu juga! Hahahaa! Nggak heran kalo Monik marah-marah begitu tau cara dagang Yanti. Cara dagang apaan tuuuh?! Dan Yanti mati-matian ngeles kalo dia emang nggak dagang, dia cuman ngasih info penjualan tas laptop. Iya sih, ngasih info, plus menghubungi distributor, plus menerima tas pesenan dari distributor, plus ngasih ke pembeli terakhir. Effort yeeee. Kalo harga tas dinaikin 10ribu juga masih banyak yang mau lho Yan :).

Moral of the story tulisan ini adalah : Cacat masa lalu akhirnya terpublish juga. Hueheheheheee.

Tuesday, October 11, 2011

Thank You, Inventors!

Pagi-pagi di hp BB gw ada notifikasi, ada pesen masuk lewat program whatsapp messenger. Ada chat group baru di sana, bikinan Desry. Pesertanya dia sendiri, gw, yanto dan monik. Wuih, akhirnya... bisa chat setiap saat sama orang Paris dan orang yang nggak punya BB!

Sejak Yanto ke Paris, emang repot banget kalo mau chating. Curhat kurang lancar, bergosip kurang tuntas! Yah, secara Yanto nggak ber-BB di Paris. Dia pake android.

Untung ada whatsapp (jiaaaaah, kayak iklan!). Jadi gw sama mdmselle d paris bisa tetep ngobrol, meski sering ada efek tunda lantaran time difference Indonesia - Eropa (nggak papa, toh waktu sama-sama di Indonesia, juga sering terjadi efek tunda karena lemot).

Nyaman pake whatsapp, gue komporin Desry dan Monik untuk pasang aplikasi yang sama di HPnya. Monik tuh termasuk umat antiBB. Gak pernah deh chating sama dia (kecuali sama-sama online di depan laptop, dengan FB dan YM menyala). Naaaah, sejak doi pake whatsapp, meski pake HP suaminya, perchattingan lancarrrrr. Bahkan sekarang kami bisa conference. Bisa chat rame2! Dulu kalo mau ngobrol, ngasih info, ato curhat barengan mesti ngumpul dulu di Blok M. Sekarang tinggal buka hp. Iihiiiy!

Pagi ini, conference chat di whatsapp dimulai! Obrolan lintas benua dibuka! Dan gue baru tau kalo whatsapp juga bisa dipake ngirim gambar dan video (tapi liat-liat koneksi di indonesia yeeee!). World become smaller and cheaper!!

Ngomongin whatsapp, Desry ampe curhat begini : Jaman dulu pacaran ama orang Jerman ato ama orang Ostrali, gak ada ginian. (BB belum trend. Messenger yang bisa diandelin cuman YM! Itu pun dari warnet ato internet rumah yang biaya koneksinya mahal. Telkomnet instant Rp. 11rebu per jam!) Rugi bandar. Kalo mau pacaran via SMS mesti tekor. Masa sebulan abis sejuta?! cuman buat sms-an pula!! Dulu tiap malam harus ke warnet, mau chating sama orang Ostrali. Malah pernah sampe subuh stay di warnet gara2 time difference ama Europe.

Tatian...

Jadi... Makasih, para penemu teknologi komunikasi!! Berkat kreativitas kalian, sekarang fasilitas chating makin gampang. Biaya pun makin murah. Mau pacaran sama pemilik HP berbasis apa pun, hayu ajaaaa! Masalahnya cuma : ama siapaaaaa?? :)


*Sumber gambar : http://www.whatsapp.com

Sunday, October 09, 2011

Ternyata Aku Butuh Kamu

Tadi siang rombongan calon penganten putra datang.

Ke rumah sebelah.

Calon penganten putrinya... memang anak perempuan si bapak rumah sebelah. Jadi bukan gue calonnya. Si calon penganten putra emang gak nyasar :))

Soal kedua calon penganten, mereka mau nikah bulan ini. Tadi siang sesi srah-srahan. Calon penganten pria bawa rombongan sekitar 30 orang. Terdiri dari ortu dan kerabat dekat. Sebaliknya, pihak calon penganten putri cuma 6 orang. Terdiri dari ortu, si calon penganten putri, dan 3 adiknya. Jadi 6 "lawan" sekitar 30 orang. Sepi ya?

Nggak usah disebut kenapa kubu tuan rumah begitu sepi. Yang jelas, di keluarga mereka nggak ada yang bisa jadi MC dan/atau wakil keluarga (to present the members of the family). Untung bokap gue plus 2 pasang tetangga lainnya hadir. Bokap jadi pengarah acara plus wakil keluarga, 1 tetangga lagi jadi MC. Tuan rumah pun lega. Acara berjalan seperti layaknya srah-srahan, terarah tapi santai, nggak acak adut berantakan.

Kalo acara itu terjadi beberapa tahun lalu, pasti garing. Soalnya keluarga itu masih menutup diri. Akibatnya tetangga juga malessss sama mereka. Nah, apa yang terjadi kalo saat itu mereka nerima rombongan calon penganten pria? Hmm... Mungkin rombongan tamu akan kaget "Enam orang?? Keluarga si cewek cuman segini??". Lalu tiap keluarga diem-dieman, karena anggota2 keluarga si cewek susah cair di suasana baru.

Jadi... Berkat akrab bertetangga, acara penting jadi rapi, kegaringan pas srah-srahan teratasi :).

Kejadian serupa pernah menimpa seorang sepupu jauh (buangett). Di hari srah-srahannya, di rumahnya cuman ada ortunya dan keluarga inti kakaknya. Sang ayah sebenarnya punya beberapa kakak, tapi nggak akrab. Bahkan sampai gak minat ngundang. Makanya beliau cukup stress pas hari srah-srahan anaknya, karena di rumah gak ada orang untuk nyambut rombongan calon besan!

Jadi pagi-pagi sekali, sang ayah nelpon bokap gw untuk datang. Lalu nyokap gue ngerahin adek2nya untuk datang juga. Jadilah kami jauh2 ngebut dari Bekasi ke tengah Jakarta. Hasilnya, sang ayah lega. Dia nggak perlu malu karena keluarganya nggak sepi amat. Acara berlangsung semarak karena yang bercanda jadi tambah banyak.

Jadi... Akrab sama keluarga (extended family) bikin lebih mudah untuk minta tolong. Selama minta tolongnya masuk akal, tentu saja.

Nah, biar nggak soal srah-srahan melulu, ntar ada yang ngira gue minta kawin, cerita ketiga gue ambil bukan soal srah-srahan. Kali ini soal pertemanan.

Beberapa tahun lalu, ada temen gue yang sukses banget di pekerjaannya. Dia sibuk berat. Dia mencintai lingkungan barunya. Ambisinya terus dikejar. SMS dari teman-teman lamanya nyaris nggak ada yang dia jawab, saking udah kecapekan ato begitu sibuk sama urusannya. Undangan dari temen-temennya nggak ada yang dia datengin, kecuali satu kawinan temen kami, yang bapaknya notabene klien dia. Singkatnya, dia "hilang" dari peredaran.

Roda berputar. Kantornya bangkrut. Konon bosnya tertipu (sinetron banget!). Dia jadi seperti hilang pegangan. Biasanya sibuk kerja, sekarang bengong. Biasanya lingkungannya ramai, sekarang kosong. Dia inget temen-temennya. Tapi dia nggak percaya diri menghubungi mereka. Soalnya dia baru sadar, bertahun-tahun nggak pernah nanggepin temen-temennya. Stress-nya pun nambah.

Lalu dia putus cinta. Badannya jadi kuruuuuus banget. Tetep nggak ada temen yang tau. Sampe akhirnya dia memberanikan diri menghubungi satu orang, orang yang dia pikir paling mungkin nerima orang yang bertahun-tahun mengacuhkannya. Singkat kata, beberapa teman akhirnya berkumpul dan nerima cerita dia. Akhirnya dia lega.

Cerita berakhir happy ending? No. Temen stress ini telanjur kecewa sama dunia. Dia berpikir negatif pada hampir semua orang. Dia mengira temen-temennya menganggap dia rendah. Akhirnya dia menyeleksi temen. Eh, belakangan, temen yang terseleksi juga dicurigain. Hasilnya, sekarang dia (kembali) ditinggalin orang-orang. Tragis.

Moral of the story tulisan ini adalah, kita selalu butuh orang lain.
Efek dari sikap kita ke orang, bisa balik ke kita kapan aja.
Kita baik sama orang lain, orang lain akan baik pada kita.
Kita cuekin orang lain, orang lain akan cuek sama kita. Pas kita butuh? Nah lo! Gak ada orang!
Jadi baik-baiklah pada orang lain, baik pikiran maupun perbuatan. (asal jangan lugu tentunyaaa).